Presiden Jokowi Tidak Hadir, Sidang Gugatan Pemadaman Listrik Ditunda, Hakim: Kami Panggil Lagi

Presiden Jokowi Tidak Hadir, Sidang Gugatan Pemadaman Listrik Ditunda, Hakim: Kami Panggil Lagi

Presiden Jokowi Tidak Hadir, Sidang Gugatan Pemadaman Listrik Ditunda, Hakim: Kami Panggil Lagi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Presiden Jokowi Tidak Hadir, Sidang Gugatan Pemadaman Listrik Ditunda, Hakim: Kami Panggil Lagi 

Presiden Jokowi Tidak Hadir, Sidang Gugatan Pemadaman Listrik Ditunda, Hakim Layangkan Panggilan 

JAKARTA - Sidang gugatan Forum Advokat Muda Indonesia (FAMI) kepada PT PLN (Persero) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ditunda selama tiga pekan.

Hakim Krisnugroho Sri Pratomo menunda sidang lantaran pihak ikut tergugat yakni Presiden Joko Widodo tidak hadir dalam sidang hari ini.

"Karena ada salah satu pihak yang belum hadir, kami akan panggil lagi (kuasa hukum presiden)," ujar Krisnugroho di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019).

Baca: Presiden Jokowi: Tanamkan Kasih Sayang dan Nilai Toleransi pada Keluarga

Adapun, pihak yang hadir dalam persidangan itu hanyalah FAMI selaku penggugat, PT PLN sebagai tergugat serta kuasa hukum Kementerian BUMN dan Kementerian ESDM sebagai turut tergugat 1 dan 2.

"Kami akan panggil di sidang berikutnya tanggal 30 September 2019," tutup Krisnugroho.

Baca: Pemkab Kubu Raya Fokus Kembangkan Pariwisata Ekonomi Kreatif

Sidang dengan praperadilan dengan termohon PLN di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019)
Sidang dengan praperadilan dengan termohon PLN di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019) ((KOMPAS.com/WALDA MARISON))

Sebelumnya, FAMI mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas peristiwa pemadaman listrik yang terjadi di Jabodetabek, Minggu (4/8/2019).

Gugatan tersebut terdafar dengan nomor 648/Pdt.G/2019/PN.Jkt.Sel.

Pihaknya menggugat Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Kementeri ESDM dan Kementrian BUMN. Dalam gugatanya, mereka menuntut ganti rugi sebesar Rp 313 miliar kepada para tergugat.

Baca: Hasil Drawing China Open 2019 Bikin Marcus/Kevin Hadapi Runner Up Kejuaraan Dunia Badminton 2019

"Kami menuntut ganti rugi kepada para tergugat untuk membayar secara tunai dan sekaligus sebesar Rp  313 triliun dengan rincian bahwa kerugian materil 213 triliun sedangankan imateril nya sebesar 100 triliun," ucap Ketua FAMI, Zenuri Makroji di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

(*)

Editor: Haryanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved