Narasi TV Sukses Gelar Workshop Content Creator di Pontianak, Ratusan Peserta Ikut Serta

Ia melihat kalau seseorang sudah masuk konten video mulai dari Analytical Thinking, critikal thinking, dan story tellingnya pada video masih belum kua

Narasi TV Sukses Gelar Workshop Content Creator di Pontianak, Ratusan Peserta Ikut Serta
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Foto bersama usai acara Workshop Content creator oleh Narasi TV di Pontianak yang diadakan di Hotel Mercure, minggu (8/9/2019). 

Narasi TV Sukses Gelar Workshop Content Creator di Pontianak, Ratusan Peserta Ikut Serta

PONTIANAK - Narasi TV melakukan roadshow ke beberapa provinsi di Indonesia untuk melaksanakan acara Narasi Content Creator Workshop yang diikuti oleh Content Creator daerah.

Acara ini berlangsung selama dua hari dari 7 sampai 8 September 2019 dan diikuti oleh 30 peserta yang terpilih dan diselenggarakan di Hotel Mercure Kota Pontianak dari pagi hingga sore hari.

Head Of Content Narasi, Amanda Valani mengatakan dipilihnya Pontianak atau kota lainnya untuk di kujungi satu diantaranya karena kekuatan muatan lokal atau konten lokal yang dimiliki disetiap kota menjadi ketertarikan tersendiri.

Ia mengatakan dari hasil karya yang masuk untuk ikut seleksi Workshop ada 330 karya yang masuk yang selama pendaftaran dibuka selama 3 minggu dan secara rengking paling banyak di Pontianak. 

Baca: Qodja Paparkan Poin Narasi Propagandis Untuk Rekrut Anggota

Baca: Disdukcapil Kalbar Inovasikan Pelayanan Berbasis Teknologi Digital

"Dari 330 konten yang masuk mulai dari Video 111 karya, Foto 40 Karya, Penulisan dalam bentuk blog, buku ada 99 karya, Ilustrasi 51 karya, dan poadcast hanya 1 karya saja," ucapnya.

Pengumuman karya dilakukan secara random untuk memasukan peserta ke dalam workshop yang pertama dilihat dari kesamaan nilai bagaiamana karya itu memrepresentasikan terhadap sosial lingkungan, politik, isu kepemudaan dan apapun yang punya nilai bagaimana karya itu bisa berdampak dan berpengaruh.

"Jadi dari segi suara karya itu bersuaranya seperti apa dan pesan yang dimuat dan konsistensi berkarya dan dilihat dari seberapa regular creator membuat content," ucapnya.

Ia menjelaskan jikalau yang dikirim hanya satu atau dua karya yang sudah lampau maka tidak akan dipilih.

"Karena tujuannya mereka harus aktif produktif membuat karya untuk mewakili suara di daerah. Kemudian mereka punya etalase karyanya setidaknya sosial media mereka . Lalu melihat komitmen untuk mengikuti program ini," jelasnya. 

Baca: LPS Gelar Dialog Ekonomi Digital, Serahkan Puluhan Beasiswa

Baca: Digitalisasi Mudahkan Proses Ekonomi, Prijono Ingatkan Kehati-hatian Saat Meminjam Uang

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved