Najwa Shihab: Komunitas Mata Kita Sudah ada di 34 Provinsi di Indonesia dan di 5 Negara Luar

Tak hanya itu Narasi TV juga mempunyai Komunitas yanG disebut Komunitas Mata Kita yang sudah tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.

Najwa Shihab: Komunitas Mata Kita Sudah ada di 34 Provinsi di Indonesia dan di 5 Negara Luar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Foto bersama Najwa Shihab dan Komunitas Mata Kita Kalbar usai Acara Ngobrol Bareng Najwa Shihab, di Gedung Konferensi Untan, Sabtu (7/9/2019). 

Najwa Shihab: Komunitas Mata Kita Sudah ada di 34 Provinsi di Indonesia dan di 5 Negara Luar

PONTIANAK - Narasi TV adalah media yang didirikan oleh Najwa Shihab dan baru berumur dua tahun.

Banyak sekali program yang telah dibuat oleh Narasi TV yang menggait talent muda.

Tak hanya itu Narasi TV juga mempunyai Komunitas yanG disebut Komunitas Mata Kita yang sudah tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.

Najwa Shihab mengatakan sejauh ini dari segi Komunitas yang Narasi punya yaitu Mata kita sudah ada di 34 Provinsi dan ada 100.087 ribu orang bukan hanya di Indonesia tapi sudah ada di 5 negara dan 3 benua seperti di Hongkong, Mesir, Melbourne. 

Baca: Najwa Shihab Nilai Penobatan Dirinya Jadi Duta Baca Indonesia Sebagai Tantangan Besar

Baca: Berkunjung ke Kalbar, Ini Makanan Yang Disukai Najwa Shihab

Sejak awal Narasi percaya dan punya 3 pilar yaitu Conten yang sudah hampir mencapai 17 program, Kolaborasi dengan banyak pihak, dan komunitas yang menjadi bagian penting Narasi tv untuk membuat pengaruh hasil dari konten yang harus di telurkan dalam hasil nyata dan wadahnya harus komunitas. 

Baca: Najwa Shihab: Televisi dan Media Digital Sesungguhnya Bukan Saling Mematikan,Tapi Saling Membutuhkan

Baca: Bincang Bersama Najwa Shihab di Pontianak, Putri Quraish Shihab Kisahkan Perjalannya di Narasi TV

"Karena itulah komunitas mata kita di daerah bergerak dan aksinya berbeda sesuai apa yang relevan dengan kota masing-masing," ujarnya kepada awak media saat ditemui di Hotel Mercure Pontianak, minggu (8/9/2019).

Jadi kegiatan yang mereka lakukan terus di dorong untuk mencari apa yang relevan di sekitar dan bukan di draf dari atas.

"Kami hanya memberikan akses dan membuka jejaring dan mendekatkan mereka dengan pihak yang dirasakan sangat di perlukan dan tidak hanya dalam bentuk uang saja ," pungkanya. 

Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Anggita Putri
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved