Liburkan Sekolah Akibat Polusi Asap, Bupati Sintang: Kesehatan Anak-anak Lebih Penting

Pemerintah Kabupaten Sintang memutuskan untuk meliburkan sekolah selama dua hari sejak 9-10 September 2019.

Liburkan Sekolah Akibat Polusi Asap, Bupati Sintang: Kesehatan Anak-anak Lebih Penting
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MARPINA SINDIKA WULANDARI
Bupati Sintang Jarot Winarno saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Pengambilan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kabupaten Sintang masa jabatan 2019-2020, Senin (9/9/2019). 

Liburkan Sekolah Akibat Polusi Asap, Bupati Sintang: Kesehatan Anak-anak Lebih Penting

SINTANG- Bupati Sintang Jarot Winarno menjelaskan kembali terkait surat edaran libur sekolah untuk menghindari dampak kabut asap terhadap anak-anak, di Kabupaten Sintang.

Saat ditemui usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Pengambilan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kabupaten Sintang masa jabatan 2019-2020, di gedung DPRD Kabupaten Sintang, Senin (9/9/2019).

Jarot menyampaikan setelah dilakukan pemeriksaan kualitas udara dengan metode standar pemeriksaan Pispu, dengan hasil kualitas udara sangat sehat maka, pemerintah Kabupaten Sintang memutuskan untuk meliburkan sekolah selama dua hari sejak 9-10 September 2019.

Dengan kemungkinan libur tersebut dapat bertambah tergantung dari kualitas udara di Kabupaten Sintang.

Baca: Polusi Asap Kembali Melanda, Diskes Pontianak Pantau Penderita ISPA di Seluruh Faskes

Baca: BREAKING NEWS: Kebakaran Lahan Sudah Mendekati SMPN 3 dan Rumah Sakit di Kayong Utara

"Kita harus jaga anak-anak kita, golongan yang rentan terkena ISPA. Terutama anak PAUD hingga SMP. Sehingga kita mengambil keputusan untuk meliburkan sekolah untuk dua hari. Kita lihat situasi setelah dua hari, jika masih buruk tetap kita liburkan," ujarnya.

Bagi Jarot yang terpenting adalah bagaimana menjaga kondisi kesehatan anak-anak. Karena ketertinggalan pelajaran dapat dikejar dengan les tambahan atau belajar tambahan.

"Tapi dampak asap ini kalau sudah kena ISPA kena penyakit yang lain nanti membuat anak kita lebih menderita," pungkasnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat umum, untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama kelompok yang rentan dengan asap. Contohnya penderita asma, yang sudah menderita infeksi paru-paru, yang terkena penyakit jantung dan lain-lain.

"Mari kita jaga diri kita, beraktivitas di dalam rumah saja dan anak-anak sekolah kita liburkan. Disamping itu yang paling penting adalah bagaimana kita membuat kualitas cuaca di kabupaten Sintang dan sekitarnya ini normal kembali," tutupnya. (*)

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved