Klaim Jaminan Pensiun Harus Memasuki Umur 57 Tahun

Ya terima kasih juga atas pertanyaannya. Sebelumnya kami sampaikan bahwa untuk pengecekan saldo jaminan pensiun itu tidak bisa dicek

Klaim Jaminan Pensiun Harus Memasuki Umur 57 Tahun
Shutterstock
Ilustrasi. 

Klaim Jaminan Pensiun Harus Memasuki Umur 57 Tahun

PONTIANAK - Bun, bagaimana cara kita mengecek saldo jaminan pensiun. Lalu seperti apa prosedur pencairan jaminan pensiun ini? Jika saya sudah berhenti bekerja apa jaminan pensiun ini bisa diambil. Terimakasih.

08115669xxx

Ya terima kasih juga atas pertanyaannya. Sebelumnya kami sampaikan bahwa untuk pengecekan saldo jaminan pensiun itu tidak bisa dicek.

Memang untuk didalam apilkasi BPJSTKU hanya terlihat saldo jaminan hari tua. Dan kalau untuk jaminan pensiun yang ada pada aplikasi BPJSTKU memang tidak memperlihatkan saldonya, melainkan hanya memperlihatkan iurannya saja.

Kenapa, karena untuk perlakuan jaminan pensiunan ini berbeda dibandingkan dengan jaminan hari tua.

Dan untuk Jaminan Pensiun kepesertaan harus 15 tahun untuk pencairan secara berkala. Atau tidak mencapai 15 tahun dikarenakan satu dan lain hal, maka pengklaiman dilakukan secara penuh pada saat klaim.

Baca: Syarat Mendapatkan Manfaat Jaminan Pensiun Berkala BPJS Ketenagakerjaan

Baca: Syarat Konfirmasi Ulang Penerima Manfaat Jaminan Pensiun Berkala BPJS Ketenagakerjaan

Baca: Ini Yang Berhak Terima Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan Apabila Yang Bersangkutan Meninggal

Kemudian Jaminan Pensiun diberikan ketika tertanggung pensiun, meninggal atau cacat tetap namun pemberiannya tergantung kondisi, bila ternyata masih hidup diberikan secara bertahap hingga tetanggung meninggal dunia.

Program ini baru bisa diklaim, jika pekerja memasuki masa pensiun (mulai dari umur 57 tahun). Jika belum memasuki umur 57 tahun maka pengklaiman tidak bisa dilakukan.

Lalu, Ada banyak manfaat yang diberikan oleh program jaminan hari tua BPJS Ketenagakerjaan antara lain :

Manfaat Pensiun Hari Tua (MPHT) : uang tunai bulanan yang diberikan kepada peserta (masa iuran minimum 15 tahun / 180 bulan), saat memasuki usia pensiun sampai dengan meninggal dunia.

Manfaat Pensiun Cacat (MPC) : uang tunai bulanan yang diberikan kepada peserta yang mengalami cacat total (akibat kecelakaan dan tidak atau cacat akibat penyakit) hingga meninggal dunia. Kejadian cacat tersebut terjadi paling sedikit setelah 1 bulan bergabung dengan BPJS Ketenagakerjaan dan menyebabkan cacat 80%.

Manfaat Pensiun Janda / Duda (MPJD) : uang tunai bulanan yang diberikan kepada janda / duda yang menjadi ahli waris sampai meninggal dunia atau menikah kembali (syarat ketentuan berlaku).

Manfaat Pensiun Anak (MPA) : uang tunai bulanan yang diberikan kepada anak yang menjadi ahli waris peserta (maksimal 2 orang anak) sampai usia anak mencapai 23 tahun atau bekerja atau menikah (syarat ketentuan berlaku).

Manfaat Pensiun Orang Tua (MPOT) : uang tunai bulanan yang diberikan kepada orang tua (Bapak/Ibu) yang menjadi ahli waris peserta lajang (syarat dan ketentuan berlaku).

Manfaat Lumpsum : peserta mendapatkan uang tunai sejumlah akumulasi iuran yang sudah dibayarkan ditambah hasil pengembangan dengan syarat dan ketentuan berlaku.

Sonny Agus Dwiarso
Kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Kota Pontianak

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved