Kabut Asap Mulai Tebal di Kapuas Hulu, Tagana Imbau Masyarakat Pakai Masker

Menanggapi mulainya ada kabut asap diwilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kapuas Hulu, Muhammad Hatta

Kabut Asap Mulai Tebal di Kapuas Hulu, Tagana Imbau Masyarakat Pakai Masker
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kabut asap terlihat masih pekat dari atas Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (8/9/2019) sekitar pukul 08.00 WIB. Kondisi udara di Kota Pontianak semakin memburuk dalam beberapa hari terakhir akibat Karhutla. 

Kabut Asap Mulai Tebal di Kapuas Hulu, Tagana Imbau Masyarakat Pakai Masker

KAPUAS HULU - Menanggapi mulainya ada kabut asap diwilayah Kabupaten Kapuas Hulu, Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kapuas Hulu, Muhammad Hatta mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk memakai masker setiap keluar rumah.

"Kalau saya lihat memang beberapa hari ini kabut asap di Kapuas Hulu sudah mulai pekat. Diharapkan masyarakat jaga kesehatan dan usahakan ketika keluar rumah memakai masker," ujarnya kepada wartawan, Senin (9/9/2019).

Hatta menduga kabut asap yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu, bukan asli dari titik api (hospot) yang ada di wilayah Kapuas Hulu, tapi ada kiriman dari luar kabupaten.

Baca: AJK Bagikan Ribuan Masker Gratis Bagi Pengguna Jalan di Ketapang

Baca: Dinas Kesehatan Singkawang Siapkan Puluhan Ribu Masker Antisipasi ISPA

Baca: Forum Komunikasi Ikhwah Tekuk Batang Gelar Aksi Sosial Bagikan Masker

"Sebelumnya, titik api cukup banyak di Kapuas Hulu, tidak ada kabut asap, tapi sekarang titik api sedikit malah ada kabut asap. Jadi kami diduga kabut asap kirimkan diluar Kabupaten Kapuas Hulu," ucapnya.

Dalam hal titik api di Kapuas Hulu, jelas Hatta kalau pihaknya bersama tim Satgas Karhutla, akan terus berupaya menekan jumlah titik api di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.

"Hotspot di Kapuas Hulu sudah sangat menurun, kalau dibandingkan dengan daera lainnya yang ada di Provinsi Kalbar. Namu dari pada itu kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan," ungkapnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved