Anak Tukang Becak dan Buruh Tani Raih Gelar Doktor ITS, Saningrat Kenang Pernah Dicibir Tetangga

Anak Tukang Becak dan Buruh Tani Raih Gelar Doktor, Saningrat Kenang Pernah Dicibir Tetangga

Anak Tukang Becak dan Buruh Tani Raih Gelar Doktor ITS, Saningrat Kenang Pernah Dicibir Tetangga
(KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMAN)
Saningrat, tukang becak asal Desa Teja Timur, Kecamatan Pamekasan yang berhasil mengantarkan pendidikan anaknya sampai lulus doktor di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. 

Entah karena apa, Lailatul memutuskan diri agar tidak diantar dan dijemput oleh ayahnya menggunakan becak. Dia minta dibelikan sepeda ontel agar tidak merepotkan ayahnya.

Sebagai ayah, Suningrat tidak langsung memenuhi permintaan anaknya karena tidak punya uang. Untuk memenuhi permintaan anaknya, Suningrat harus menunggu masa panen tembakau usai.

"Untuk membeli sepeda ontel anak saya, saya harus menunggu hasil panen tembakau dan menguras tabungan selama setahun. Waktu itu harga sepedanya Rp 1 juta," ujarnya. 

Setelah punya ontel, Lailatul yang pernah menempuh pendidikan di TK Muslimat NU Pamekasan rajin mengikuti les selama dua kali dalam seminggu.

Ayahnya sendiri tidak tahu dari mana biaya les diperoleh. 

Selama menempuh pendidikan di SMAN 1 Pamekasan, Lailatul yang juga dikenal kutu buku di rumahnya selalu meraih ranking 1 yang sekaligus mengantarkan dirinya diterima di dua perguruan tinggi terkemuka di Surabaya. 

"Setelah lulus SMA, Lailatul diterima di Unair Surabaya dan di ITS Surabaya. Tapi pilihannya jatuh ke ITS," ungkap Saningrat. 

Baca: Wali Kota Tjhai Chui Mie Ajak Semua Pihak Jaga Kerukunan di Singkawang

Cibiran tetangga

Saat hendak kuliah di Surabaya, Saningrat sempat membujuk Lailatul agar memilih kuliah di Pamekasan saja. Pertimbangannya, karena Lailatul anak perempuan dan Saningrat sendiri menganggap dirinya tidak akan mampu membiayainya.

Saningrat, tukang becak asal Desa Teja Timur, Kecamatan Pamekasan yang berhasil mengantarkan pendidikan anaknya sampai lulus doktor di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Saningrat, tukang becak asal Desa Teja Timur, Kecamatan Pamekasan yang berhasil mengantarkan pendidikan anaknya sampai lulus doktor di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.(KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMAN)

Apalagi, Saningrat sering mendapat cibiran dari beberapa orang bahwa dirinya tidak akan mampu membiayai pendidikan anaknya. 

"Cibiran tetangga ke saya begini, 'Jadi tukang becak mau menyekolahkan anaknya ke Surabaya, dapat uang dari mana, apalagi tanahnya hanya sepetak yang ditempati sebagai rumahnya'," tutur Saningrat.

Halaman
1234
Editor: Haryanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved