Pengamat: Pemkot Pontianak Patut Diapresiasi Karena Berani Benahi Trotoar

Dosen Teknik Lingkungan Untan Kiki Priyo Utomo mengatakan pembangunan trotoar dan memperbanyak ruang terbuka hijau

Pengamat: Pemkot Pontianak Patut Diapresiasi Karena Berani Benahi Trotoar
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Pekerja menyelesaikan pembangunan trotoar di kawasan Rumah Radangk, Jalan Sutan Syahrir, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (14/9/2018) sore. Pembangunan trotoar guna mempermudah para pejalan kaki. 

Pemkot Pontianak Patut Diapresiasi Karena Berani Benahi Trotoar

PONTIANAK - Dosen Teknik Lingkungan Untan Kiki Priyo Utomo mengatakan pembangunan trotoar dan memperbanyak ruang terbuka hijau memang jadi betul salah satu kriteria, mungkin sebutannya macam-macam, bisa eco city dan lainnya.

Pada dasarnya orang lebih mudah menyebutnya ramah lingkungan tapi sebenarnya kalau kita melihat secara lengkap adalah sebuah kota yang mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan dan fungsi kota dengan perlindungan dan kenyamanan lingkungan.

Nah salah satunya adalah dengan mengurangi aktivitas kendaraan yang menghasilkan polusi. Untuk itukan kita bisa melakukan, mendorong kendaraan umum, sepeda dan jalan kaki.

Tapi untuk membuat itu bisa terwujud, infrastrukturnya harus disiapkan.

Baca: Kabid SDA PUPR, Hendra Bachtiar Jelaskan Konsep Pembangunan Trotoar Hos Cokroaminoto

Baca: Angota DPRD Kota Pontianak Sambut Positif Pembangunan Trotoar 6 Meter di Jalan Ayani

Baca: Pembangunan Trotoar di Kawasan Rumah Radangk Terus Dilakukan Guna Mempermudah Pejalan Kaki

Dulu Pemkot pernah membuat jalur sepeda, mungkin belum banyak dimanfaatkan masyarakat. Sekarang jalur pejalan kaki, menurut saya, walaupun belum bisa melihat hasilnya dalam waktu dekat mungkin tidak banyak juga yang memanfaatkan tapi langkah Pemkot Pontianak dalam menata trotoar kota patut kita apresiasi karena Pontianak berani menempatkan pejalan kaki dengan hak yang sama.

Pejalan kaki difasilitasi untuk berjalan kaki dengan nyaman. Seperti di Untan pedestriannya diperbaiki semoga lebih banyak lagi yang jalan kaki.

Jarangnya masyarakat Pontianak berjalan kaki atau bersepeda, saya melihat bukannya gengsi tapi memang kondisi cuaca panas.

Saya lah misalnya, ketempat saya bekerja kalau menggunakan sepeda, sampai ditempat kerja sudah basah baju.

Tapi bukan tidak mungkin, kita ambil contoh beberapa negara tropis bisa menerapkan dan membudayakan masyarakat berjalan kaki. Kita ambil contoh di Singapura sukses mendorong masyarakat naik kendaraan umum.

Kalau ada kendaraan umum masyarakat akan menggunakannya, kemudian harus diperbanyak pohon peneduh. Apabila pohon peneduh banyak, akan membuat masyarakat nyaman berjalan kaki.

Faktor gengsi di Pontianak sebenarnya tidak, karena banyak komunitas yang mau mengerjakan apa saja dan komunitas di Pontianak nomor dua terbanyak di Indonesia.

Jadi untuk menuju kesana eco city harus disiapkan infrastruktur nya, kendaraan umum, perbanyak pohon peneduh.

Sehingga untuk jarak-jarak satu kilometer masih menarik masyarakat jalan kaki. Seperti di Untan antar kampus masih nyaman jalan kaki karena banyak pohon.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved