Indonesia Duduki Peringkat Kedua Negara dengan Perpustakaan Terbanyak di Seluruh Dunia

Indonesia menduduki peringkat ke 16 menjadi negara gemar membaca seluruh dunia dan peringkat kedua perpustkaan terbanyak di seluruh dunia

Indonesia Duduki Peringkat Kedua Negara dengan Perpustakaan Terbanyak di Seluruh Dunia
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Kegiatan Wisata Literasi Nasional dan Launching 1000 Buku Karya Pelajar dan Guru-guru se-Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Aula Rumah Dinas Gubernur Kalimantan Barat, Sabtu (7/9/2019) siang. (Tribun Pontianak/Wahidin) 

Indonesia Duduki Peringkat Kedua Negara dengan Perpustakaan Terbanyak di Seluruh Dunia

PONTIANAK - Kepala Perpustakaan RI, Drs Muh Syarif Bando hadir di acara Wisata Literasi Nasional 2019 yang di selenggarakan di Aula Pendopo Gubernur Kalbar, sabtu (7/9/2019).

Ia mengatakan pada saat ini Indonesia menduduki peringkat ke 16 menjadi negara gemar membaca seluruh dunia dan peringkat kedua perpustkaan terbanyak di seluruh dunia.

"Baru-baru inu perpustakaan nasional Indonesia ditetapkan sebagai top leader dalam open akses sesuai dengan paradigma kita yaitu perpustakaan menjangkau masyarakat," ujarnya saat mengisi talkshow Wisata Literasi Nasional 2019 di Pontianak.

Ia mengatakan karena itu kepada seluruh masyarakat Kalbar akan diberu hadiah sebanyak 3 Milyar artikel yang bisa di baca melalui mobile handpone dan 1 juta buku baru berbahasa Indonesia dan juga bisa di baca melalui mobile handpone tanpa harus menjadi anggota.

Baca: Gubernur Apresiasi Wisata Literasi Nasional 2019, Sutarmidji Ungkap Mampu Disposisi 200 Surat Sejam

Baca: Wisata Literasi Nasional 2019 Puncak Agenda di 2019, FIM Canangkan Roadshow se Kalbar

"Untuk peneliti yang ingin mendalami naskah manuskrip di atas 50 tahun dan ratusan tahun bisa masuk dalam web khazanah nusantara yang menyimpan ribuan buku asal usul negara Indonesia dan artikel pengetahuan. Kami sampaikan aplikasi berbasis media sosial teknologi itu sangat penting," tambahnya.

Ia mengatakan sampai saat ini satu-satunya negara yang punya UU tentang perpustakaan yang mengatur perpustkaan nasional sebagai pembina semua jenis perpustaakaan dari pusat sampai desa hanya Indonesia.

"Itu sebabnya Indonesia bisa mendapat rangking kedua dalam hal infrastruktur setelah India. Kenapa bisa Indonesia mencapai peringkat 16 dari 30 negara dan lebih baik dari pada Jepang, Inggris , Amerika karena perpustakaan menjadi urusan wajib dan dari 514 kabupaten tinggal 17 kabupaten kota belum memiliki kelembagaan," jelasnya.

Baca: Dukung Peningkatan Minat Baca, Disdikbud Sintang Fokus Dorong Program Pojok Literasi

Baca: FOTO: Aksi Duta Baca Indonesia Najwa Shihab di Wisata Literasi Nasional 2019, Pontianak

Pada tahun 2020 dengan Permendagri nomor 33 2019 dimana telah ditetapkan dalam pedomaan APBD kabupaten kota sudah jelas 3 poin penting yang harus dianggarkan dalam dana APBD.

"3 poin tersebut adalah pengembangan perpustakaan, pemberdayaan kegemaran membaca dan pelestarian naskah kuno dan turunan program kerja yang sedang di harmonisasikan dan akan di kirimkan ke gubernur dan seluruh bupati di Indoensia ," pungkasnya 

Update berita pilihan tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Anggita Putri
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved