Karhutla Meluas Hingga 11,5 Hektare di Singkawang, Manggala Agni Amankan Pondok dari Rembetan Api

Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Jalan Bhong Khun, Kelurahan Naram, Kecamatan Singkawang Utara bertambah luas menjadi sekitar 11,5 hektare

Karhutla Meluas Hingga 11,5 Hektare di Singkawang, Manggala Agni Amankan Pondok dari Rembetan Api
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tim Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Kota Singkawang berupaya memadamkan Karhutla di di Jalan Bhong Khun, Kelurahan Naram, Kecamatan Singkawang Utara, Kamis (5/9/2019). 

Karhutla di Kelurahan Naram Meluas Hingga 11,5 Hektare, Manggala Agni Amankan Pondok dari Rembetan Api

SINGKAWANG - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Jalan Bhong Khun, Kelurahan Naram, Kecamatan Singkawang Utara bertambah luas menjadi sekitar 11,5 hektare pada Kamis (5/9/2019).

Sebelumnya laporan dari Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) pada Selasa (3/9/2019) sedikitnya ada 9 hektare lahan gambut milik masyarakat terbakar di sana.

Karhutla juga terjadi di Kelurahan Sungai Bulan, Kecamatan Singkawang Utara dimana proses pemadaman dibantu water bombing sebanyak 7 kali.

"Sekitaran 11 hektare kalau yang di Naram, belum digabung Sei bulan dan Sei Rasau," kata Kepala Manggala Agni Daops Kota Singkawang, Yuyu Wahyudin, Jumat (6/9/2019).

Tim Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Kota Singkawang masih berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dititik koordinat N : 0.92766 dan E : 109.02132.

Tim berangkat menuju lokasi pada pukul 09.35 wib. Pemadaman berlangsung dari pukul 10.20 hingga 17.00 dengan menggunakan mobil tangki dan water tank.

Baca: Karhutla Habiskan Satu Bukit di Nanga Taman Sekadau

Baca: BPBD Singkawang Sebut Ketersedian Air Jadi Kendala Pemadaman Karhutla

Baca: Tinjau Lokasi Karhutla, Ini Pesan Wali Kota Singkawang

Lahan yang terbakar mencapai ±11,5 hektare dengan total berhasil dipadamkan seluas ± 1 hektare.

"Kondisi api masih menyala dan asap tebal, sehingga perlu pemadaman lanjutan," tuturnya.

Yuyu menerangkan, vegetasi yang terbakar pada tanah gambut tersebut serasah, semak belukar serta pohon campuran.

Halaman
123
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved