Sadaniang Terpilih Menjadi Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional di Kabupaten Mempawah

Saya harap program RIF di Kecamatan Sadaniang dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel sehingga membawa manfaat

Sadaniang Terpilih Menjadi Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional di Kabupaten Mempawah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Peluncuran Program Responsive Innovation Fund (RIF) tahap II dan peresmian Rice Milling Unit (RMU) dan Rumah Pajang PI Prukades (Pengembangan Inkubator Produk Unggulan Desa) di Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, Kamis (5/9/2019). 

Sadaniang Terpilih Menjadi Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional di Kabupaten Mempawah

MEMPAWAH -Kecamatan Sadaniang terpilih menjadi salah satu Kecamatan di Kabupaten Mempawah yang dicanangkan sebagai Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN).

Pencanangan tersebut disandingkan sekaligus dengan Peluncuran Program Responsive Innovation Fund (RIF) tahap II dan peresmian Rice Milling Unit (RMU) dan Rumah Pajang PI Prukades (Pengembangan Inkubator Produk Unggulan Desa), Kamis (5/9/2019).

Kegiatan itu dihadiri Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan (Dirjen PKP) Kemendes PDTT, Harlina Sulistyorini beserta rombongan, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Kalimantan Barat Sri Jumiadatin, serta Wakil Bupati Mempawah Muhammad Pagi.

Baca: VIDEO: Ditetapkan KPU, Hendri Makaluasc : Saya Bersyukur Kepada Tuhan

Baca: Pemkot Pontianak Siapkan Cadangan Pangan untuk Warga yang Tak Terdaftar Penerima Rastra

Terpilihnya Kecamatan Sadaniang sebagai KPPN menurut Harlina Sulistyorini sebab Sadaniang memiliki potensi besar di bidang pertanian.

"Saya harap Kecamatan Sadaniang yang masuk dalam KPPN di Indonesia dan didukung RIF dapat semakin maju dan berkembang, kesejahteraan dan ekonomi masyarakatnya meningkat," ujarnya.

Harlina menekankan, untuk suksesnya pembangunan dan pengembangan Kecamatan Sadaniang sebagai KPPN, dibutuhkan dukungan yang maksimal dari dari Pemerintah Kabupaten Mempawah sampai tingkat pemerintahan di bawahnya.

"Dengan adanya dukungan tersebut kita harapkan Sadaniang dan desa-desanya menjadi daerah yang maju, masyarakatnya sejahtera dan ekonominya meningkat," tukasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Kepala Bappeda Mempawah, Aswin, dalam laporannya menjelaskan tujuan dilaksanakannya ketiga kegiatan tersebut adalah untuk menyampaikan dan mensosialisasikan dimulainya program RIF di Kabupaten Mempawah khususnya Kecamatan Sadaniang.

Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi dalam sambutannya mengajak semua pihak turut serta dalam memajukan potensi yang ada di Kecamatan Sadaniang agar menjadi lebih maksimal.

"Agar dapat mengatasi permasalahan yang ada melalui win-win solution agar enam desa yang ada di Kecamatan Sadaniang meningkat statusnya. Dari semula termasuk desa sangat tertinggal menjadi desa mandiri atau bahkan desa berkembang," pintanya.

Dia juga mengucapkan terimakasih kepada Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah, Pusat Pengembangan Kawasan Perkotaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Atas kepercayaan yang diberikan, Kabupaten Mempawah pada tahun 2017, termasuk didalam salah satu dari 10 lokasi prioritas (lokpri) KPPN," ujarnya.

Muhammad Pagi tak menampik bahwa Kecamatan Sadaniang merupakan Kecamatan yang sangat tertinggal dibandingkan daerah lain di Kabupaten Mempawah.

Terutama terkait ketersediaan infrastruktur dasar, seperti minimnya prasarana kelistrikan, minimnya prasarana telekomunikasi, minimnya aksesibilitas jalan dan sebagainya.

"Kemudian juga ada juga isu-isu strategis di Sadaniang yang perlu menjadi perhatian. Diantaranya buruknya konektivitas kawasan, belum optimalnya potensi pengembangan komoditas unggulan, belum optimalnya potensi lumbung pangan, belum optimalnya potensi kehutanan,belum optimalnya penataan objek-objek wisata, kualitas lingkungan perumahan dan permukiman kurang memadai, serta terbatasnya akses pendidikan, kesehatan dan pengembangan SDM," paparnya.

Kendati demikian kata dia, Kecamatan Sadaniang mempunyai potensi yang sangat luar biasa namun belum digarap secara maksimal. "Diantaranya yaitu potensi pertanian, wisata budaya festival naik dango, wisata alam bukit pabeak, bukit sekabuk, bukit sadaniang dan Air Terjun Ansiap," imbuhnya.

Terakhir, Muhammad Pagi juga berterimakasih atas keberadaan program dana inovasi responsif atau RIF yang merupakan program kemitraan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kanada, berupa dukungan teknis kepada pemerintah daerah dalam menciptakan dan melaksanakan inovasi pengembangan ekonomi lokal dan daerah.

"Kabupaten Mempawah melalui usulan inovasi daerah bertema Pengembangan Kawasan Terpadu Pertanian Padi Beras Merah dan Beras Hitam Berwawasan Lingkungan di Kawasan Sadaniang terpilih sebagai satu diantara 6 kabupaten di Indonesia yang menerima hibah pelaksanaan program pengembangan ekonomi lokal, dalam skema RIF  Tahap II 2019-2020," terangnya.

"Saya harap program RIF di Kecamatan Sadaniang dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel sehingga membawa manfaat yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah," pungkasnya. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved