Partai Demokrat Dua Kali Pecat Suryadman Gidot Bupati Bengkayang, Terbaru Efek OTT KPK di Pontianak

Partai Demokrat Dua Kali Pecat Suryadman Gidot Bupati Bengkayang, Terbaru Efek OTT KPK di Pontianak

Partai Demokrat Dua Kali Pecat Suryadman Gidot Bupati Bengkayang, Terbaru Efek OTT KPK di Pontianak
Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama
Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot saat digiring ke mobil tahanan KPK, Rabu (4/9/2019). 

Partai Demokrat sebelumnya sudah pernah mencopot Suryadman Gidot dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Kalbar.

Pemecatan itu terjadi sekitar 2015 lalu. Saat itu Gidot akan maju dalam Pilkada Bengkayang bersama Agustinus Naon.

Sekjen DPP Partai Demokrat, Hinca Panjaitan kala itu mengungkapkan alasan pemberhentian Suryadman Gidot sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar.

Hinca mengatakan, pasangan calon yang diusung oleh parpol harus didaftarkan ketua dan sekretaris partai di daerah masing-masing.

Namun untuk Bengkayang, hal itu tidak dilakukan oleh Gidot sebagai ketua DPD.

"Kami di DPP hanya menerima usulan pasangan calon dari DPC dan DPD. Setelah itu kami putuskan, pasangan calon kepala daerah untuk Bengkayang yaitu Pak Gidot dan pasangannya. Maka amankan partai PD sebagai pengusung. Tiba waktunya pendaftaran, ternyata tidak didaftarkan seperti yang telah diputuskan partai," katanya di Hotel Golden Tulip, Pontianak, Jumat (21/8/2015).

Akses menuju ruang kerja Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot yang di segel oleh KPK di jaga ketat oleh polisi dan sekuriti, Rabu (4/9/2019).
Akses menuju ruang kerja Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot yang di segel oleh KPK di jaga ketat oleh polisi dan sekuriti, Rabu (4/9/2019). (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Ya'M NURUL ANSHORY)

Oleh karena itu kata Hinca, karena yang bersangkutan tidak mendaftarkan apa yang telah diputuskan partai sendiri.

Maka artinya tidak mematuhi perintah partai.

"Akibatnya bisa fatal, karena bisa jadi Demokrat absen tidak ikut pilkada di Bengkayang. Kalau sampai absen, tidak ikut Pilkada sangat rugi. Maka satu-satunya adalah harus ada orang yang mengganti," ujarnya.

Setelah dipecat dari jabatan ketua DPD Partai Demokrat Kalbar, dua tahun berikutnya Suryadman Gidot justru terpilih sebagai ketua DPD Demokrat Kalbar setelah melalui Musda yang dilangsungkan di Hotel Aston Pontianak, Sabtu (22/4/2017).

Halaman
1234
Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved