Michael Jeno: Sawit Gerakkan Ekonomi Kalbar

Industri dan perkebunan kelapa sawit sebagai investasi padat modal terbukti sebagai penopang dan penggerak ekonomi Provinsi Kalimantan Barat

Michael Jeno: Sawit Gerakkan Ekonomi Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Anggota Komisi XI DPR RI, G Michael Jeno 

Michael Jeno: Sawit Gerakkan Ekonomi Kalbar

PONTIANAK – Industri dan perkebunan kelapa sawit sebagai investasi padat modal terbukti sebagai penopang dan penggerak ekonomi Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Sawit juga berperan besar dalam penciptaan lapangan kerja, terutama tenaga kerja berpendidikan rendah dalam jumlah besar.

“Sawit sebagai penopang ekonomi Kalbar itu tidak bisa dipungkiri, core-nya memang sawit. Jadi setelah masa keemasan kayu di Kalbar (sekarang) diganti sawit. Sebenarnya masih ada karet, tapi kan harganya tidak sebagus sawit. Walaupun saat ini harga TBS (tandan buah segar) juga anjlog,” kata Anggota Komisi XI DPR Michael Jeno di Jakarta, Rabu (4/9).

Dulu, kata Jeno, perekonomian Kalbar sangat bergantung pada kayu atau sektor kehutanan. Era 1970-1980-an industri pengolahan kayu di Kalbar sangat maju. Namun industri kayu ini nyaris didominasi oleh korporasi besar.

Hal ini beda dengan sawit di mana masyarakat juga turut menikmati keuntungan dari kebun sawit yang dimilikinya. Sektor lainnya yang berperan terhadap perekonomian Kalbar yakni industri pertambangan bauksit.

“Namun industri ini juga dikuasai korporasi besar,” kata anggota DPR Fraksi PDIP dari Dapil Kalbar ini.

Hal yang sama dikemukakan Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Gusti Hardiansyah. Menurutnya, pada 1970-1980an Kalbar merupakan penghasil kayu. Sehingga industri berbasis hasil hutan ini sangat dominan dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalbar.

Baca: Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Nilai Langkah Jokowi Jawab Aspirasi Masyarakat

Baca: LIVE SCORE Indonesia Vs Malaysia Kualifikasi Piala Dunia 2022 Malam Ini, Waspadai Evan Dimas & Andik

Baca: Gelar Sosialisasi TPPO, Ini Harapan Gabungan Organisasi Wanita Kapuas Hulu

Namun seiring dengan menyusutnya pasokan kayu, kata Hardiansyah, perekonomian di Kalbar beralih dari sektor kehutanan ke budidaya perkebunan, terusama sawit. Saat ini dari 14 juta ha luas daratan Kalbar, sekitar 1,5 juta ha merupakan kebun sawit.

Di mana sekitar 55% dikelola perusahaan besar nasional (PBN). Sisanya dikelola BUMN yakni PTPN XIII dan rakyat. Kondisi ini menyebabkan daerah ini memberikan kontribusi sekitar 10% CPO nasional.

Halaman
123
Penulis: Nina Soraya
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved