GEJOLAK Pembelian BBM Non Tunai! Wali Kota Pontianak Cabut Kebijakan, Pengamat: Sangat Disayangkan

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membatalkan kebijakan penerapan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) Non Tunai di SPBU.

GEJOLAK Pembelian BBM Non Tunai! Wali Kota Pontianak Cabut Kebijakan, Pengamat: Sangat Disayangkan
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Konferensi pers implementasi BBM non tunai yang oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia dan Perwakilan Pertamina di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (21/8/2019). Hal ini untuk mendukung salah satu agenda prioritas Kota Pontianak yaitu mewujudkan Pontianak Smart City, beberapa waktu yang lalu telah diluncurkan Program “Pontianak Go Cashless”. 

BERGEJOLAK! Wali Kota Pontianak Batalkan Kebijakan Pembelian BBM Non Tunai, Pengamat: Sangat Disayangkan

PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membatalkan kebijakan penerapan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) Non Tunai di SPBU, Rabu (4/9/2019).

Hal ini buntut dari ujicoba penerapan pembelian semua jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) secara non tunai di SPBU pada hari Minggu (1/9/2019) lalu.

Pada penerapannya, muncul gejolak baru di tengah masyarakat Pontianak.

Bagaimana tidak, banyak warga yang sudah mengantre namun ketika sampai dipengisian tidak dilayani karena tidak mempunyai cashless atau masih belanja konvensional.

Melihat gejolak yang ada, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono kembali mengambil sikap agar kegaduhan di masyarakat tidak berlanjut.

Awalnya Pemkot Pontianak bersama stakeholder terkait telah menentukan tahapan-tahapan penerapan pembelian BBM Non Tunai.

Baca: Pengamat Ekonomi Minta Pemkot Konsisten dengan Kebijakan Non Tunai Pembelian BBM

Baca: Pertamina Akui Adanya Kesalahan Persepsi Masyarakat Terkait Pembelian BBM Non Tunai

Untuk tahap I di bulan September 2019 berlaku setiap hari Minggu saja.

Kemudian tahap II bulan Oktober 2019 berlaku setiap hari  Minggu dan Selasa.

Selanjutnya, tahap III di bulan November 2019 berlaku setiap Minggu, Selasa dan Kamis Terakhir tahap IV bulan Desember 2019 dan selanjutnya mulai diberlakukan setiap hari

Namun saat uji pertama pada tahap pertama kebijakan ini mendapatkan respon tidak baik dari masyarakat.

Banyak mereka menolak dan menentang karena tidak bisa membeli BBM secara tunai.

Sebetulnya penerapan pembelian BBM non tunai sudah diberlakukan di Pontianak sejak beberapa tahun terakhir khusus untuk jenis premium dan kali ini diterapkan untuk semua.

Akibatnya, terjadi protes dan gejolak di masyarakat membuat wali kota kembali menganulir keputusan yang ada.

 

"Pontianak go cashless ini sebetulnya sejak 2017, ini merupakan program pemerintah pusat dalam gerakan non tunai Indonesia."

"Program ini di inisasi oleh Bank Indonesia dan perbankan di Kota Pontianak. Hal ini untuk mengedukasi masyarakat agar bisa menggunakan non tunai," ucap Edi Kamtono,  Rabu (4/9/2019).

Ia menceritakan kegaduhan dimasyarakat bermula pada hari Minggu lalu tanggal 1 September diupayakan uji coba oleh pemerintah.

"Sebenarnya tidak wajib bagi masyarakat yang belum memiliki kartu, namun operator di lapangan menyampaikan keharusan sehingga menjadi kendala di lapangan," ucap Edi menyebut bahwa ada salah pengertian dari operator SPBU dilapangan sehingga membuat masyarakat gaduh.

Berdasarkan hasil evaluasi pihaknya bersama Pertamina dan stakeholder terkait, setelah diuji coba diputuskan pembayaran di SPBU normal kembali dengan pembayaran menggunakan cashless dan tunai.

"Pembayaran juga bisa menggunakan link aja. Kita tidak ingin menyusahkan masyarakat dan diharapkan perbankan memberikan bonus seperti kartu gratis dan door prize," jelasnya

Menurut Edi, kartu ini memiliki kekurangan dan kelebihan.

Halaman
123
Penulis: Syahroni
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved