Fatahillah Abrar: Terus Dorong Seluruh Pihak Berikan Perhatian Agar Gizi Buruk di Kalbar Teratasi

Berdasarkan hasil dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada Tahun 2018, gizi buruk dan gizi kurang pada bayi umur lima tahun di Kalimantan Barat

Fatahillah Abrar: Terus Dorong Seluruh Pihak Berikan Perhatian Agar Gizi Buruk di Kalbar Teratasi
Jamadin
Ketua DPW PKS Fatahillah Abrar, dan Anggota DPR RI, Rahman Amin, saat berdialog dengan Wapimred Tribun, Ahmad Suroso, Rabu (24/7/2013).

Fatahillah Abrar: Terus Dorong Seluruh Pihak Berikan Perhatian Agar Gizi Buruk di Kalbar Teratasi

PONTIANAK - Berdasarkan hasil dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada Tahun 2018, gizi buruk dan gizi kurang pada bayi umur lima tahun di Kalimantan Barat mencapai angka 23,8 persen.

Dari 23,8 persen itu yang gizi buruknya ada 5,4 persen dan gizi kurang 18,5 persen. Sementara gizi buruk nasional angkanya 3,9 persen, gizi kurang 13,8 persen. Jadi untuk Nasional jumlah Underweight hanya mencapai 17, 7 persen.

Angka tersebut masih tinggi bila dibandingkan dengan target RPJMN yang seharusnya hanya mencapai 19 persen.

Memanggapi hal ini, Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Fatahillah Abrar juga memberikan tanggapan terkait hal ini dan menyampaikan akan terus mendorong kepada seluruh pihak untuk memberikan perhatian lebih agar Gizi Buruk di Kalbar dapat teratasi.

Baca: Harrison: Gizi Buruk dan Gizi Kurang Tahun 2018 di Kalbar Mencapai 23,8 Persen

Baca: Sutarmidji Harap Ada Sinergitas Program Penangan Stunting dan Gizi Buruk di Kalbar

Baca: Laksanakan Perintah KPK, Harap Pensiunan ASN Kembalikan Aset Daerah

"Apalagi ini berkaitan dengan IPM, sehingga kasus gizi buruk sudah seharusnya menjadi tugas pemerintah untuk memberikan perhatian lebih terkait penderita gizi buruk ini," jelasnya.

Terkait penanganan kasus, iapun berharap dapat menjadi prioritas anggaran kedepan, karena menyangkut kemanusiaan juga indikator IPM.

"Provinsi bisa mengkordinasikan dengan daerah-daerah supaya bisa saling bahu membahu untuk menyelesaikan persolan ini. Tentu juga harus melibatkan pihak ketiga, seperti perusahaan yang mempunyai program CSR, bisa disinergikan bersama," pungkasnya.

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved