Breaking News:

Angkat Bicara Terkait Hadi Mulyono Upas Tersangka, Ini Kata Ketua DPC PDIP Ketapang

"Secara mendetail tidak, tapi intinya menurut pengakuan beliau dia tidak melakukan seorang diri,

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NUR IMAM SATRIA
 Ketua DPC PDIP Kabupaten Ketapang, Kasdi saat diwawancarai awak media, Selasa (03/09). 
Angkat Bicara Terkait Hadi Mulyono Upas Tersangka, Ini Kata Ketua DPC PDIP Ketapang
 
KETAPANG - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ketapang akui belum mengambil sikap terkait status Hadi Mulyono Upas yang merupakan satu diantara kadernya yang berstatus tersangka akibat kasus gratifikasi. 
Dikatakan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ketapang, Kasdi pihaknya di tingkat DPC sudah memberikan informasi kepada tingkatan DPD terkait satu diantara kader partai yang tersandung kasus gratifikasi yang menyeret Hadi Mulyono Upas yang menjabat Ketua DPRD Ketapang.
"Kader kita mendapat masalah, kemudian sakit, tentu kita prihatin. Lalu itu sudah kita sampaikan ke DPD, dan DPP, sambil menunggu keputusan, apakah mendapat sanksi dari DPP atau seperti apa tentu kita akan tunggu," terang Kasdi saat diwawancarai awak media, Selasa (3/9/2019).
Saat ditanya terkait bantuan hukum yang diberikan pihak Partai kepada kadernya yang tersandung kasus hukum, Kasdi mengatakan pihaknya belum mendapat petunjuk dari DPD maupun DPP untuk memberikan bantuan hukum kepada kasus Ketua DPRD Hadi Mulyono Upas. 
Namun berdasarkan pengamalan, PDI Perjuangan akan melihat kasus yang di hadapi kader, apakah kasus tersebut bermuatan politik, atau tidak.
Terlebih kasus yang menyeret kadernya ini menurut Kasus terjadi di musim musim politik pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Ketapang yang akan dilaksanakan di tahun 2020 mendatang.
"Inikan dugaan karena dia (Hadi Mulyono Upas) tidak tertangkap tangan, artinya inikan praduga tak bersalah, apakah ada muatan muatan politisnya, karena baru setelah menjelang pemilu atau apa tentu kita masih mempelajari semua. Sampai hari ini kita belum mendapatkan petunjuk karena nanti tanggal 14 kita ada Rakerda di Sintang, mungkin setelah itu mungkin ada petunjuk, arahan," tambah Kasdi.
Namun, menurutnya PDI Perjuangan tetap berkomitmen untuk tetap memberantas KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme), termasuk kader partai. Ia pun mengaku telah menjenguk Hadi Mulyono Upas di rumah sakit, melihat kondisi yang bersangkutan dirinya mengaku prihatin. Ia selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Ketapang menyerahkan kasus ini kepada aparat penegak hukum, namun dirinya berharap agar pihak penegak hukum dapat bekerja secara profesional.
"Sudah menengok waktu dirumah sakit. Kita berharap penegakan hukum di Ketapang bisa transparan,akuntabel, ketiga siapapun yang terlibat harus di usut tuntas, tidak boleh tebang pilih," harap Kasdi.
Pada kunjungan kerumah sakit lalu, ia pun sempat berbincang kepada Hadi Mulyono Upas terkait kasus yang menimpa kader partainya, namun karena kondisi yang bersangkutan sedang tidak sehat, ia pun tidak mendapatkan informasi secara detail.
"Secara mendetail tidak, tapi intinya menurut pengakuan beliau dia tidak melakukan seorang diri," pungkas Kasdi.
Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved