Ustadz Abdul Somad

Ustadz Abdul Somad Jawab Soal Poligami & Makna Tulang Rusuk, UAS: Ibu-ibu Jangan Takut dan Khawatir

Ustadz Abdul Somad Bicara Poligami & Makna Tulang Rusuk, UAS: Ibu-ibu Jangan Takut dan Khawatir

Youtube Ustadz Abdul Somad Official
Ustadz Abdul Somad Bicara Poligami & Makna Tulang Rusuk, UAS: Ibu-ibu Jangan Takut dan Khawatir 

Ustadz Abdul Somad mendapat pertanyaan dari peserta Kajian Musawarah mengenai poligami.

Pertanyaan yang disampaikan seorang akhwat itu berkaitan dengan Hawa yang diciptakan dari tulang rusuknya Nabi Adam AS. 

Terkait dengan poligami, jika seseorang menikah sampai empat, UAS ditanya, sisa tulang rusuknya dari mana? 

"Kemudian, kalau memang diperbolehkan asal bisa adil, ini menurut Alquran sendiri tolak ukurnya bagaimana?," tanya peserta kajian.

Menjawab hal itu, Ustadz Abdul Somad mengatakan, pertama bahwa hadits tentang perempuan diciptakan dari tulang rusuk bermakna kiasan.

"Tulang rusuk melindungi jantung. Perempuan itu tulang rusuk. Laki-laki itu jantung. Maka perempuan yang melindungi laki-laki," kata UAS.

Baca: Baru Nikahi Cut Meyriska, Roger Danuarta Minta Hal Ini ke Ustadz Abdul Somad (UAS)

Baca: Ustadz Abdul Somad (UAS): Betambah Lagi Musuh, Bantailah Situ Apalagi Dipikirkan

"Makanya dalam Alquran disebutkan perempuan menjadi pakaian bagi laki-laki. Menutupi segala cacat dan aib kekurangannya," lanjut Ustadz Abdul Somad.

"Jadi jangan dipahami tekstual. Lalu sebelum nikah minta surat catatan dokter berapa yang hilang tulang rusuknya," kata UAS.

Kedua, Nabi Muhammad SAW menikah dengan Khadijah monogami 25 tahun.

Baru poligami sekitar 10 atau 12 tahun.

"Mana yang lebih lama? Monogami," kata Ustadz Abdul Somad.

Ustadz Abdul Somad melanjutkan jawabannya, yang ketiga mengenai QS Annisa ayat 3.

Ayat itu berisi tentang menikahi perempuan dua, tiga dan empat.

UAS menegaskan ayat itu menyuruh untuk mengurangi.

"Karena dulu orang Makkah istrinya tak terbatas. Maka turun ayat ini untuk mengurangi. Maka yang saat itu bininya 10, dia pilih lalu dikurangi enam. Ayat ini dulu mengurangi bukan menambah," tegas Ustadz Abdul Somad.

Keempat, dalam Islam poligami adalah solusi atau emergency door.

"Karena kalau tidak dibuka pintu sebelah kiri ini pesawat akan meledak.," kata UAS. 

Ustadz Abdul Somad menegaskan, Islam datang menjaga lima:

1. Menjaga akal

2. Menjaga diri

3. Menjaga agama

4. Menjaga harta

5. Menjaga kehormatan

"Kalau dengan poligami bisa menjaga, lanjutkan. Tapi kalau justru menghancurkan, jangan," katanya.

Ustadz Abdul Somad menegaskan, semua laki-laki tidak bisa menikah lagi tanpa izin istri pertama. 

"Sudah dilindungi oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ibu-ibu jangan takut, jangan khawatir," kata UAS.

Bukan Ustaz Jadi-jadian

Beberapa hari lalu, Ustadz Abdul Somad menyampaikan tausiyah di Masjid Al-Hidayah Menteng Indah, Medan.

Pada kesempatan itu, Ustadz Abdul Somad menyampaikan materi mengenai surat Al Hujurat ayat 10, 11 dan 12. 

Tak hanya menyampaikan tausiyah, Ustadz Abdul Somad pada kesempatan itu juga mendapat pertanyaan dari jemaah pada sesi tanya jawab.

Satu di antara pertanyaan yang disampaikan jemaah, berkaitan dengan keinginan Ustadz Abdul Somad menjadi pemimpin di birokrasi.

"Diturunkan alQuran di bumi ini untuk memelihara semesta alam. Kenapa tak ada keinginan ustadz untuk menjadi pemimpin ummat di birokrasi," kata Ustadz Abdul Somad membacakan pertanyaan netizen.

"Mancing-mancing aja. Saya ni bukan ustadz jadi-jadian. Ni kukasi Tahu," kata Ustadz Abdul Somad.

Baca: Ustadz Abdul Somad (UAS): Saya Bukan Ustadz Jadi-jadian, Ni Kukasi Tahu!

Baca: Ustadz Abdul Somad (UAS): Betambah Lagi Musuh, Bantailah Situ Apalagi Dipikirkan

Menjawab hal itu, Ustadz Abdul Somad memberikan penjelasan.

Menurutnya, sejak dari kecil dirinya memang sudah dipesankan datuk-datuknya agar sekolah agama.

"Cucuku yang ini musti sekolah agama," kata UAS menirukan pernyataan sang datuk.

Ustadz Abdul Somad mengatakan, apa yang diminta datuknya itu berbeda untuk cucu yang lain.

"Yang lain mau sekolah dokter, mau jadi pengacara, mau jadi jaksa, mau jadi hakim, mau jadi polisi mau jadi tentara silakan. Makanya sepupu saya ada yang Polisi, ada yang tentara, ada yang jaksa, ada yang guru," jelasnya.

"Tapi saya memang dipesankan harus sekolah agama. Jadi, pilih yang lain-lain," kata UAS.

Menurut UAS, banyak lagi yang lebih mantap-mantap, lebih hebat-hebat.

"Saya sampai mati jadi ustadz aja. Kalau masih kuat berceramah, saya ceramah. Kalau tak lagi kuat, ngajar alif di atas a alif di bawah i alif di depan u," pungkasnya.

Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved