Citizen Reporter

Pondok Pesantren Miftahul Khairat Sungai Raya Gelar Pelatihan Praktisi Ruqiyah Aswaja

Gus Ama, dalam penyampaian mengenai teori itu mudah. Namun prakteknya tak semudah dalam pengaplikasiannya.

Pondok Pesantren Miftahul Khairat Sungai Raya Gelar Pelatihan Praktisi Ruqiyah Aswaja
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Suasana pelatihan. 

Citizen Reporter
Kader NU Kubu Raya, Ulil Abshor

KUBU RAYA - TIm Khatulistiwa Kalimantan Barat bekerja sama dengan Jam'iyah Ruqyah Aswaja (JRA), Gelar Pelatihan Ruqiyah Aswaja yang dipelopori KH. Syarmawi selaku tuan rumah dan bersama panitia KH. Abdul Azizi.M.Pd.I dan Gus Hadi Almubarok.

Kegiatan dipusatkan di Musholla Pondok Pesantren Miftahul Khairat, Desa Sungai Ambangah, Sungai Raya, Kubu Raya. Sabtu (31/8/2019).

Kegiatan tersebut dimulai dari pukul 07.30 Wib hingga malam setelah salat Isya.
Pada kegiatan ini, langsung dipimpin oleh Gus Allama A'laudin Sidiqi ,M.Pd.I Selaku Founder dan Ketua Dewan Pembina Jam'iyah Ruqyah Aswaja Pusat.

Baca: Remaja Masjid Nurul YaQin Gelar Ruqyah Massal Menyambut Ramadan

Baca: Kenali dan Dalami Ruqyah, 150 Warga Desa Purun BesarPelatihan dan Praktek Ruqyah Syariyyah

Gus Ama, dalam penyampaian mengenai teori itu mudah. Namun prakteknya tak semudah dalam pengaplikasiannya.

Dalam menjalan visi dakwah hanya saja kita lebih pada 70 persen praktek dan 30 persen hanyalah teori. Beliau menjelaskan pengertian ruqiyah secara bahasa itu ialah sebuah mantra, jampe - jampe, dan sempur, jarena ruqiyah merupakan bagian dari sebuah pengobatan yang tertua didunia.

Mantra atau Jimat serta Pelet sudah ada sejak zaman jahiliyah. Namun secara teknis pakai bacaan Latta Uzza oleh orang orang kafir Quraisy. Sebab itu tidak berlandaskan atas dasar Alquran.

Ruqyah itu sendiri terbagi atas haq dan batil, semua orang bisa meruqyah asal muslim terutama kalangan Nahdliyin. Pada Umunya Ruqiyah adalah doa kesembuhan. Dimana yang menyembuhkan adalah Allah dan modal untuk ngeruqyah itu hanyalah cukup berbekal kantong kresek.

Terakhir kuncinya ialah mengetahui syarat pokok bagi seorang peruqyah ialah pertama harus berani. Berani dalam hal mengambil semua resiko. Kedua tidak boleh panik terhadap pasien yang akan ditangani selama dengan mengikuti metode dan trik yang sudah diajarkan sesuai buku panduan.

Ketiga harus hafal ayat ayat ruqiyahnya, meskipun ini masih proses dan nantinya tidak hafal tetap bisa meruqyah tapi dapat berkonsekuensi fatal.

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved