Peringatan Dini

Peringatan Dini PVMBG Badan Geologi Potensi Gerakan Tanah di Kalimantan Barat September 2019

Peringatan Dini PVMBG Badan Geologi Potensi Gerakan Tanah di Kalimantan Barat September 2019

Peringatan Dini PVMBG Badan Geologi Potensi Gerakan Tanah di Kalimantan Barat September 2019
PVMBG/BADAN GEOLOGI
Peringatan Dini PVMBG Badan Geologi Potensi Gerakan Tanah di Kalimantan Barat September 2019 

Lereng atau tebing yang terjal akan memperbesar gaya pendorong. Lereng yang terjal terbentuk karena pengikisan air sungai, mata air, air laut, dan angin.

Kebanyakan sudut lereng yang menyebabkan longsor adalah 180 apabila ujung lerengnya terjal dan bidang longsorannya mendatar.

3. Tanah yang kurang padat dan tebal

Jenis tanah yang kurang padat adalah tanah lempung atau tanah liat dengan ketebalan lebih dari 2,5 m dan sudut lereng lebih dari 220.

Tanah jenis ini memiliki potensi untuk terjadinya tanah longsor terutama bila terjadi hujan.

Selain itu tanah ini sangat rentan terhadap pergerakan tanah karena menjadi lembek terkena air dan pecah ketika hawa terlalu panas.

4. Batuan yang kurang kuat

Batuan endapan gunung api dan batuan sedimen berukuran pasir dan campuran antara kerikil, pasir, dan lempung umumnya kurang kuat.

Batuan tersebut akan mudah menjadi tanah bila mengalami proses pelapukan dan umumnya rentan terhadap tanah longsor bila terdapat pada lereng yang terjal.

5. Jenis tata lahan

Tanah longsor banyak terjadi di daerah tata lahan persawahan, perladangan, dan adanya genangan air di lereng yang terjal.

Pada lahan persawahan akarnya kurang kuat untuk mengikat butir tanah dan membuat tanah menjadi lembek dan jenuh dengan air sehingga mudah terjadi longsor.

Sedangkan untuk daerah perladangan penyebabnya adalah karena akar pohonnya tidak dapat menembus bidang longsoran yang dalam dan umumnya terjadi di daerah longsoran lama.

6. Getaran

Getaran yang terjadi biasanya diakibatkan oleh gempabumi, ledakan, getaran mesin, dan getaran lalulintas kendaraan.

Akibat yang ditimbulkannya adalah tanah, badan jalan, lantai, dan dinding rumah menjadi retak.

7. Susut muka air danau atau bendungan

Akibat susutnya muka air yang cepat di danau maka gaya penahan danau atau lereng menjadi hilang, dengan sudut kemiringan waduk 220 mudah terjadi longsoran dan penurunan tanah yang biasanya diikuti oleh retakan.

8. Adanya beban tambahan

Adanya beban tambahan seperti beban bangunan pada lereng, dan kendaraan akan memperbesar gaya pendorong terjadinya longsor, terutama di sekitar tikungan jalan pada daerah lembah.

Akibatnya adalah sering terjadinya penurunan tanah dan retakan yang arahnya ke arah lembah.

9. Pengikisan/erosi

Pengikisan banyak dilakukan oleh air sungai ke arah tebing.

Selain itu akibat penggundulan hutan di sekitar tikungan sungai, tebing akan menjadi terjal.

10. Adanya material timbunan pada tebing

Untuk mengembangkan dan memperluas lahan pemukiman umumnya dilakukan pemotongan tebing dan penimbunan lembah.

Tanah timbunan pada lembah tersebut belum terpadatkan sempurna seperti tanah asli yang berada di bawahnya.

Sehingga apabila hujan akan terjadi penurunan tanah yang kemudian diikuti dengan retakan tanah.

11.  Bekas longsoran

Longsoran  lama  umumnya  terjadi  selama  dan  setelah  terjadi lama pengendapan material gunung api pada lereng yang relatif terjal atau pada saat atau sesudah terjadi patahan kulit bumi.

Bekas longsoran lama memilki ciri:

- Adanya tebing terjal yang panjang melengkung membentuk apal kuda.

- Umumnya dijumpai mata air, pepohonan yang relatif tebal karena tanahnya gembur dan subur.

- Daerah badan longsor bagian atas umumnya relatif landai.

- Dijumpai longsoran kecil terutama pada tebing lembah.

- Dijumpai  tebing-tebing  relatif  terjal  yang  merupakan  bekas longsoran kecil pada longsoran lama.

- Dijumpai alur lembah dan pada tebingnya dijumpai retakan dan longsoran kecil.

- Longsoran lama ini cukup luas.

12. Adanya bidang diskontinuitas

Bidang tidak sinambung ini memiliki ciri:

- Bidang perlapisan batuan

- Bidang kontak antara tanah penutup dengan batuan dasar

- Bidang kontak antara batuan yang retak-retak dengan batuan yang kuat.

- Bidang kontak antara batuan yang dapat melewatkan air dengan batuan yang tidak melewatkan air (kedap air).

- Bidang kontak antara tanah yang lembek dengan tanah yang padat.

Bidang- bidang tersebut merupakan bidang lemah dan dapat berfungsi sebagai bidang luncuran tanah longsor.

13. Penggundulan hutan

Tanah longsor umumnya banyak terjadi di daerah yang relatif gundul dimana pengikatan air tanah sangat kurang.

14. Daerah pembuangan sampah

Penggunaan lapisan tanah yang rendah untuk pembuangan sampah dalam jumlah banyak dapat mengakibatkan tanah longsor apalagi ditambah dengan guyuran hujan, seperti yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Leuwigajah di Cimahi.

Bencana ini menyebabkan sekitar 120 orang lebih meninggal.

Prakiraan Wilayah Potensi Tejadi Gerakan Tanah Pada Bulan September 2019

BENGKAYANG

  1. Bengkayang, Menengah
  2. Capkala, Menengah
  3. Lembah Bawang, Menengah
  4. Lumar, Menengah
  5. Monterado, Menengah
  6. Seluas, Menengah
  7. Siding, Menengah
  8. Sungai Betung, Menengah
  9. Suti Semarang, Menengah
  10. Teriak, Menengah
  11. Tujuh Belas, Menengah

KAPUAS HULU

  1. Bika, Menengah
  2. Boyan Tanjung, Menengah
  3. Bunut Hulu, Menengah
  4. Embaloh Hilir, Menengah
  5. Embaloh Hulu, Menengah
  6. Empanang, Menengah
  7. Hulu Gunung, Menengah
  8. Kalis, Menengah
  9. Mentebah, Menengah
  10. Nanga Badau, Menengah
  11. Puring Kencana, Menengah
  12. Putussibau Selatan, Menengah
  13. Putussibau Utara, Menengah
  14. Seberuang, Menengah
  15. Semitau, Menengah
  16. Silat Hulu, Menengah

KAYONG UTARA

  1. Simpang Hilir, Menengah
  2. Sukadana, Menengah

KETAPANG

  1. Hulu Sungai, Menengah
  2. Jelai Hulu, Menengah
  3. Kendawangan, Menengah
  4. Marau, Menengah
  5. Matan Hilir Selatan, Menengah
  6. Matan Hilir Utara, Menengah
  7. Nanga Tayap, Menengah
  8. Pemahan, Menengah
  9. Sandai, Menengah
  10. Simpang Dua, Menengah
  11. Simpang Hulu, Menengah
  12. Sungai Laur, Menengah
  13. Tanjung Satai, Menengah
  14. Tumbang Titi, Menengah

KOTA SINGKAWANG

  1. Singkawang Selatan, Menengah
  2. Singkawang Timur, Menengah

LANDAK

  1. Air Besar, Menengah
  2. Banyuke Hulu, Menengah
  3. Jelimpo, Menengah
  4. Mandor, Menengah-Tinggi
  5. Mempawah Hulu, Menengah
  6. Menjalin, Menengah
  7. Menyuke, Menengah
  8. Sengah Temila, Menengah
  9. Sompak, Menengah

MELAWI

  1. Belimbing Hulu, Menengah
  2. Ella Hilir, Menengah
  3. Pinoh Selatan, Menengah
  4. Sayan, Menengah
  5. Sokan, Menengah
  6. Tanah Pinoh Barat, Menengah

MEMPAWAH

  1. Anjongan, Menengah-Tinggi
  2. Mempawah Hilir, Menengah
  3. Sadaniang, Menengah
  4. Segedong, Menengah
  5. Sungai Kunyit, Menengah
  6. Sungai Pinyuh, Menengah
  7. Toho, Menengah-Tinggi

SAMBAS

  1. Sajingan Besar, Menengah

SANGGAU

  1. Balai, Menengah
  2. Entikong, Menengah
  3. Meliau, Menengah
  4. Tayan Hilir, Menengah
  5. Tayan Hulu, Menengah
  6. Toba, Menengah

SEKADAU

  1. Nanga Mahap, Menengah
  2. NangaTaman, Menengah

SINTANG

  1. Ambalau, Menengah-Tinggi
  2. Kayan Hilir, Menengah
  3. Kayan Hulu, Menengah
  4. Ketungau Hulu, Menengah
  5. Ketungau Tengah, Menengah
  6. Menukung, Menengah
  7. Sepauk, Menengah
  8. Serawai, Menengah
  9. Tempunak, Menengah

Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved