Citizen Reporter

Dosen Fakultas Kehutanan Untan Kembangkan Madu Kelulut Ditengah Masyarakat 

kami berharap pemerintah juga bisa membantu dalam pengembangan kawasan Hutan Mangrove Setapuk ini,"

Dosen Fakultas Kehutanan Untan Kembangkan Madu Kelulut Ditengah Masyarakat 
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Lokasi pengembangan madu kelulut oleh Dosen Kehutanan Untan di Setapuk Besar, Singkawang.  

Citizen Reporter
Mahasiswa Fakultas Kehutan Universitas Tanjungpura, Sapto Prayoga

PONTIANAK - Sebagai bentuk tanggung jawab dalam melaksanakan satu dari Tri Darma Perguruan Tinggi, tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak yang diketuai oleh Dr. Emi Roslinda, anggota Dr. Wiwik Ekyastuti dan Prof. Dwi Astiani melaksanakan PKM teknologi budidaya lebah madu kelulut di Kawasan Mangrove Setapuk Besar, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang, kamis (25/07/2019) 

Mitra dalam PKM kali ini adalah masyarakat yang tergabung dalam kelompok peduli mangrove surya perdana mandiri, menurut Emi teknologi budidaya lebah madu Trigona sp, adalah teknologi terapan yang dapat dibudidayakan di hutan mangrove.  Mengingat lebah madu trigona ini memiliki kemampuan adaptasi yang baik.

Baca: Tim Ujik Petik Kodiklat Kunjungi Kodim Singkawang

Baca: Sujianto Pastikan Tak Ada Pergeseran Anggaran Signifikan di APBD Perubahan Kota Singkawang 2019

Selain itu jenis tanaman mangrove di Setapuk dapat dimanfaatkan oleh lebah sebagai sumber pakan untuk menghasilkan madu dan polen. Ini merupakan salah satu manfaat intangible dari ekosistem mangrove berupa jasa lingkungan yang dapat dirasakan dan diusahakan oleh masyarakat.

Adapun tahap yang dilakukan secara bertahap mulai dari memberikan sosialisasi, pelatihan budidaya lebah madu Trigona sp, pemanenan sampai ke tahap pengemasan untuk dapat dipasarkan. Kegiatan ini akan memberikan contoh langsung semua tahap dari kegiatan budidaya juga akan dibuat rumah lebah madu untuk kegiatan produksi.

Dengan teknologi tersebut Emi berharap, masyarakat dapat mengaplikasikan teknologi budidaya lebah madu dari rangkaian tahap yang telah di lakukan juga diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan masyarakat dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga jangka panjang.

Rumah lebah dapat dijadikan tujuan wisata edukasi kawasan mangrove, sehingga dapat menambah pengetahuan masyarakat luas terutama bagi pengunjung wisatawan mangrove Setapuk.

Tanggapan serta sambutan baik datang dari warga setempat yang tergabung dalam kelompok SPM, selaku Ketua Kelompok SPM Jumadi bersyukur sekali dengan adanya bantuan budidaya lebah madu, karena dengan adanya ini kelompok kami dapat meningkatkan pendapatan selain itu juga dapat menjadi tujuan wisata lain bagi pengunjung.

"Tentunya saya mewakili kelompok SPM sangat bersyukur dan berterimakasih atas bantuan dari para dosen Fakultas Kehutanan Untan, kami  berharap pemerintah juga bisa membantu dalam pengembangan kawasan Hutan Mangrove Setapuk ini," pungkasnya.

 Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved