Citizen Reporter

Acara Puncak Penutupan KKL Mahasiswa IAIN di Desa Sungai Deras Ditandai Launching Buku

Dosen yang mengaku padat akan kegiatan ini mengharapkan agar apa yang diberikan mahasiswa kepada masyarakat bisa bermanfaat.

Acara Puncak Penutupan KKL Mahasiswa IAIN di Desa Sungai Deras Ditandai Launching Buku
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Foto bersama 

Citizen Reporter
Mahasiswa KKL, Oleh Juharis

KUBU RAYA - Acara penutupan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan Revolusi Mental 2019, Mahasiswa IAIN Pontianak di Desa Sungai Deras, Teluk Pakedai, Kubu Raya telah usai dan dilangsungkan di Gedung Serba Guna, Kamis (29/08).

Pelepasan mahasiswa ini dihadiri oleh sejumlah pejabat Desa Sungai Deras. Tampak ramai juga masyarakat memeriahkan kegiatan  ini.

Dalam kesempatannya, Ketua Kelompok KKL, M. Farhan Maulana mengutarakan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat Desa Sungai Deras.

Desa yang akrab disebut Pasir Putih ini memiliki masyarakat yang sangat bersahabat. Kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi ini begitu ditanggapi dengan baik. Rata-rata masyarakat merespon dengan keberadaan mahasiswa.

"Kami atas nama mahasiswa KKL IAIN Pontianak mengucapkan terima kasih yang sebesarnya kepada masyarakat Pasir Putih, telah menerima kami dengan tangan terbuka. Mohon maaf apabila ada tingkah laku kami yang kurang berkenan di hati bapak dan ibu semuanya." ungkapnya di atas panggung.

Sementara itu, Dosen Pembimbing, Kholiq  memohon maaf yang sebesarnya kepada masyarakat karena selama ini belum bisa secara penuh memantau mahasiswa.

Dosen yang mengaku padat akan kegiatan ini mengharapkan agar apa yang diberikan mahasiswa kepada masyarakat bisa bermanfaat.

Baca: KKL IAIN Pontianak Kelompok 62 Ikut Kepanitiaan di Sui Udang

Baca: Gol Bunuh Diri & Mane, Liverpool Sementara Ungguli Burnley, Cek Live Streaming & Live Score

Sedangkan Kepala Desa Sungai Deras, Slamet Karyanto juga memberikan sambutan. Menurutnya, adanya mahasiswa di sini sangat bermanfaat bagi desa. Program-program yang diterapkan dan telah terlaksana diharapkan berguna bagi masyarakat umum.

Adapun program kerja yang sudah teraplikasi adalah pembuatan plang sarana umum dan perkantoran, perpustakaan desa, taklim bersama masyarakat, panitia hari kemerdekaan, pembuatan buku desa, dan petugas upacara hari kemerdekaan, dan program lainnya.

Sebenarnya acara penutupan atau perpisahan dengan masyarakat desa ini juga sekaligus launcing buku karya mahasiswa dan anak desa.

Ada 5 buku yang sudah jadi: Tutur Anak Merah karya siswa dan siswi MI Miftahul Ulum, Tutur Anak Biru karya siswa dan siswi MTs Miftahul Ulum, Tutur Anak Abu-abu karya SMA Bina Mandiri, Sajak Kita karya Ria Lestari Ningsih, dan Narasi Mengabdi karya mahasiswa KKL. Buku ini akan dijadikan sebagai aset desa yang berpusat di MI Miftahul Ulum.

Dosen pamong, Sapiudin, mengaku sangat senang dengan kehadiran mahasiswa. Sedikit banyak kebutuhan masyarakat terbantu.

Berkaitan dengan nilai, guru MI ini juga mengatakan bahwa akan diberikan predikat cukup baik. Sosialisasi mahasiswa kepada penduduk amat baik, sehingga keakraban saling terjalin erat.

 Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved