Terkait SIMBG, Isnaini: Pemerintah Harus Sosialisasikan pada Pengembang

Isnaini berharap pemerintah bisa mendampingi dan mengajarkan para pengembang untuk menggunakan aplikasi SIMBG itu.

Terkait SIMBG, Isnaini: Pemerintah Harus Sosialisasikan pada Pengembang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Kalbar, Isnaini 

Terkait SIMBG, Isnaini: Pemerintah Harus Sosialisasikan pada Pengembang

PONTIANAK - Terkait Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  telah mengembangkan Sistem Informasi Bangunan Gedung (SIMBG) yang ‎ diklaim dapat membantu pemerintah daerah setingkat kabupaten/kota dalam menyelenggarakan bangunan gedung.

Namun fakta dilapangan menunjukan bahwa belum semua pihak paham menggunakan sistem ini. Khususnya untuk para pengembang sektor perumahan.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Kalbar, Muhhamad Isnaini semestinya dengan SIMBG melalui sistem online ini bisa mempermudah masyarakat pemohon IMB.

Baca: REI Kalbar Ungkap Anggaran FLPP Pemerintah untuk Rumah Bersubsidi Habis, Pengembang Kena Imbas

Baca: Edi Kamtono Sebut Daya Beli Properti Masyarakat Pontianak Masih Rendah

"Cuma masyarakat pemohon IMB termasuk pengembang sendiri kan belum paham bagaimana menggunakan aplikasi itu," kata Isnaini di kantor DPD REI Kalbar, Jumat (30/8/2019).

Isnaini berharap pemerintah bisa mendampingi dan mengajarkan para pengembang untuk menggunakan aplikasi SIMBG itu. Selain itu dirinya juga meminta ketika aplikasinya sudah online maka prosesnya harus benar-benar online. 

"Jangan manualnya jalan, onlinenya jalan juga kan ribet. Mestinya yang manual-manual itu sudah lewat, ndak ada lagi, digantikan oleh sistem yang bekerja, termasuk nanti ada juga SIMBG SLF," ujar Isnaini

Menurutnya, Karena para pengembang berurusan langsung dengan Kabupaten/Kota tempat dimana para pengembang mendirikan bangunan maka  yang harus gentol melakukan sosialisasi ini menurutnya adalah Pemda setempat.

Kendati sebenarnya hal ini sudah disosialisasikan namun, Isnaini menilai itu baru hanya sebatas garis besarnya saja, belum sampai keranah teknis.

"Kalau untuk Pemda Kubu Raya dan Pemkot Pontianak sudah pernah (sosialisasi), hanya saja tidak sampai pada tahap teknis, hanya secara garis besar. Kita berharap  ada sampai di teknis," ucapnya.

Baca: REI Kalbar Ungkap Anggaran FLPP Pemerintah untuk Rumah Bersubsidi Habis, Pengembang Kena Imbas

Baca: Isnaini Yakin REI Expo 2019 Berikan Banyak Keuntungan bagi Masyarakat

Namun Isnaini mengaku mereka para pengembang tentu sudah melihat aplikasi SIMBG yang dimaksud. Termasuk membaca surat edaran Dirjen tentang tata cara menggunakan (petunjuk) aplikasi tersebut.

"Dan itu berbeda, walaupun tidak secara keseluruhan. Di surat edaran dengan laman-laman web SIMBG itu berbeda," keluhnya.

Isnaini berharap para pengembang tidak mengalami kesulitan dilapangan dan karenanya Ia meminta agar segala proses yang ada bisa dipermudah.

"Tolong dipermudah para pengembang ni, karena situasi ekonomi  sedang sulit, ada perang dagang amerika-cina, situasi ekonomi global dan turunnya daya beli masyarakat. Jadi itu sangat terasa," pungkas Isnaini.

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved