Pengamat Politik Dr Jumadi Analisa Dinamika di Internal PDI Perjuangan, Berikut Pemaparannya

Dirinya menilai dinamika seperti itu yang terjadi di internal PDI Perjuangan khusunya pada pemilihan DPR RI Daerah Pemilihan I Kalbar.

Pengamat Politik Dr Jumadi Analisa Dinamika di Internal PDI Perjuangan, Berikut Pemaparannya
NET
net 

Pengamat Politik Dr Jumadi Analisa Dinamika di Internal PDI Perjuangan, Berikut Paparannya

PONTIANAK - Pengamat Politik Fisipol Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak Jumadi menilai adanya pergantian calon legislatif terpilih PDI Perjuangan dari dapil I Kalbar merupakan tanda bahwa dinamika persaingan internal sesama caleg di Dapil I sangat ketat.

"Ada kompetisi internal antar caleg yang sangat ketat. Ada yang saling mendukung dan ada yang juga saling mengkerdilkan," ujarnya kepada Tribun, Sabtu (31/8/2019)

Jumadi juga menjelaskan jika memang internal partai dalam hal mahkamah partai memberhentikan caleg terpilih yang dianggap melanggar ketentuan partai, berdasarkan aturan KPU untuk menentukan caleg terpilih didasari perolehan suara terbanyak selanjutnya.

Menurut hal tersebut tidak bisa dihindari apalagi saat ini dalam penentuan caleg terpilih menggunakan sistem saint laigue murni bahwa semua caleg memiliki peran terhadap besarnya perolehan kursi dan mengangkat suara partai.

Baca: PEROLEHAN Lengkap Kursi DPR RI Parpol, PDI Perjuangan Terbanyak, PPP Tak Sampai 20, 7 Terlempar

Baca: Ketua DPRD Kalbar dari PDI Perjuangan, Ireng Maulana: Harus Cakap dan Kredibel

Dalam konteks perolehan suara terbanyak partai masing-masing calon juga punya keinginan untuk lolos.

Sehingga terjadi persaingan, lalu ada pola terbentuknya koalisi antar caleg untuk saling meraih suara terbanyak dan saling mengkerdilkan.

Dirinya menilai dinamika seperti itu yang terjadi di internal PDI Perjuangan khusunya pada pemilihan DPR RI Daerah Pemilihan I Kalbar.

Situasi itu akhirnya terbukti bahwa Mahkamah Partai menjatuhkan hukuman pemberhentian terhadap salah satu caleg terpilih.

Caleg lainya seperti Michael Jeno yang memperoleh suara terbanyak ketiga tentunya juga merasa kecewa karena adanya persaingan internal yang tidak sehat tersebut sehingga memutuskan untuk mengundurkan diri.

Baca: Ketua DPRD Kalbar dari PDI Perjuangan, Berikut Penjelasan Lasarus

Baca: Kader PDI Perjuangan Yoga Irawan Raih Suara Tertinggi untuk DPRD Kubu Raya, Ini Jumlahnya

Ia menilai, idealnya dengan bahasa yang normatif bawah proses pemilihan legislatif antar masing-masing caleg harus dilakukan dengan persaingan-persaingan yang sehat.

Tidak boleh ada yang saling menikung dengan berkoalisi dengan caleg-caleg didalam satu dapil untuk menghancurkan perolehan suara caleg yang lainya agar tidak berhasil lolos.

Jumadi juga memaparkan bahwa pergantian caleg DPR RI dapil Kalbar I terpilih tidak ada hubunganya dengan adanya perubahan ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar.

Hal itu murni merupakan dinamika pemilihan legislatif beberap waktu lalu. 

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved