Gugat Bupati Kapuas Hulu, dr Ismawan: Salahkah Mencari Keadilan di Negeri Sendiri

"Saya berharap aparat penegak hukum bisa benar-benar menegakkan kebenaran pada masalah saya ini," ucapnya.

Gugat Bupati Kapuas Hulu, dr Ismawan: Salahkah Mencari Keadilan di Negeri Sendiri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
dr Ismawan bersama Kuasa Hukum Hadi Suratman saat di PTUN Pontianak 

Gugat Bupati Kapuas Hulu, dr Ismawan: Salahkah Mencari Keadilan di Negeri Sendiri

KAPUAS HULU - Dokter Umum Ismawan yang menggugat Bupati Kapuas Hulu ke PTUN Pontianak, terkait penurunan pangkat dirinya sebagai ASN di 3D menjadi 3C selama tiga tahun oleh Pemerintah Kapuas Hulu, menyatakan untuk perkembangan gugutan dirinya ke PTUN Pontianak, baru tahap pemanggilan untuk sidang pertama.

"Kemarin saya baru dipanggil untuk sidang pertama baru saja. Belum tahu lagi kapan dipanggil untuk sidang selanjutnya," ujar dr Ismawan, via WhatsApp kepada Tribun, Jumat (30/8/2019).

Pastinya kata Ismawan, salahkah kalau dirinya sebagai orang Indonesia masih ingin mengabdi dan mencari keadilan di negerinya sendiri.

"Saya berharap aparat penegak hukum bisa benar-benar menegakkan kebenaran pada masalah saya ini," ucapnya.

dr Ismawan juga menjelaskan bahwa, kalau ia berasal dari Semarang (Jawa Tengah) telah mengabdikan diri di pedalaman Kalbar sejak tahun 2007. "Pada tahun 2011 saya mulai bertugas di RSUD dr Achmad Dipenogoro Putussibau, saat itu sudah sebagai PNS di Kabupaten Kapuas Hulu," ujarnya.

Baca: Tanggapi Gugatan Dokter Ismawan ke PTUN, Ini Penjelasan Pemda Kapuas Hulu

Baca: ‎dr Ismawan: Saya Cari Keadilan Karena Dizolimi, Fasilitas Dinas Dicabut, Tunjangan Tak Diberikan

Selama tahun 2011 (Januari 2011) dr Ismawan mengontrak rumah panjang di Jalan Gajah Mada Putussibau Utara. Terus sampai tanggal 31 Agustus 2012, dirinya pun menyewa sebuah sepeda motor milik. "Saat September 2012, saya ngotot minta untuk tinggal dirumah dinas di belakang RSUD dr Achmad Dipenogoro, karena istri saya sudah mau melahirkan," ucapnya.

Selain itu mengapa harus minta rumah tinggal di lingkungan rumah sakit, karena sebagai dokter di RSUD dr Achmad Dipenogoro Putussibau dan PNS Kabupaten Kapuas Hulu.

"Sehingga saat itu saya mengajukan surat kepada direktur RSUD dr Achmad Dipenogoro dan September 2012, saya menempati rumah dinas di belakang Rumah Sakit Putussibau tersebut," ujarnya.

Ismawan menjelaskan, saat itu yang mengizinkan ia bersama keluarganya tinggal di rumah dinas tersebut adalah dr Rey. "Pada tanggal 25 September 2012 anak saya lahir di RSUD dr Achmad Dipenogoro Putussibau. Jadi sudah agak tenang, karena mendapat fasilitas bisa menempati rumah dinas dilikungan rumah sakit," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved