Dinkes PPKB Kabupaten Mempawah Ungkap 77 Kasus Gizi Buruk, Satu Anak Dirujuk ke RSUD DR Rubini

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Diskes PPKB) Kabupaten Mempawah mencatat sebanyak 77 kasus

Dinkes PPKB Kabupaten Mempawah Ungkap 77 Kasus Gizi Buruk, Satu Anak Dirujuk ke RSUD DR Rubini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YA' M NURUL ANSHORY
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mempawah, Jamiril saat di wawancara awak media, Rabu (24/4/2019) 

Dinkes PPKB Kabupaten Mempawah Ungkap 77 Kasus Gizi Buruk, Satu Anak Dirujuk ke RSUD DR Rubini

MEMPAWAH - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Diskes PPKB) Kabupaten Mempawah mencatat sebanyak 77 kasus gizi buruk sampai bulan Juni 2019.

PLT Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Mempawah, Jamiril mengungkapkan dari total 77 kasus gizi buruk tersebut, ada satu anak yang di rujuk ke Rumah Sakit DR Rubini Mempawah.

Anak yang dirujuk ke Rumah Sakit itu bukan karena kasus gizi buruk murni tapi ada faktor kesehatan lainnya, dimana anak itu menderita sakit bengkak pada kaki.

"Ada kelainan di bagian tubuhnya, yakni kaki, dimana ada bengkak yang mengakibatkan nyeri hebat pada anak tersebut, sehingga mengharuskan dia untuk dirujuk ke Rumah Sakit DR Rubini dari Puskesmas Takong, Kecamatan Toho," ungkapnya.

Baca: Tahun 2019, 77 Anak Derita Gizi Buruk di Mempawah, Ekonomi dan Pola Asuh Orang Tua Jadi Penyebabnya

Baca: Tingkatkan Kapasitas dan Akuntabilitas Kinerja, Pemkab Mempawah Susun Roadmap Reformasi Birokrasi

Baca: Sekda Ismail Minta Kedepan ASN di Pemerintah Kabupaten Mempawah Harus Profesional

Tapi jata Jamiril mendalih, kalau dilihat dari Z skor nya anak tersebut, hanya minus tiga koma sekian, itu artinya kata dia, belum sampai empat, dan boleh dikatakan tidak terlalu parah sebenarnya, "tapi tidak bisa menampik bahwa itu sudah masuk kategori gizi buruk," imbuhnya.

Dia menjelaskan, indikator berat badan dibagi tinggi badan dikatakan sangat kurus dan sering kita sebut dengan gizi buruk, apabila Z skor nya kurang dari minus tiga.

Jika hasil ukur Z skor semakin kecil, artinya semakin minus itu menandakan kondisi si anak semakin parah.

Lebih jauh, Jamiril mengatakan, dalam tindak lanjut mereka, pihak pemberi layanan kesehatan sudah merekomendasikan untuk merujuk anak tersebut ke RSUD Sudarso Pontianak agar mendapatkan perawatan yang lebih memadai namun terkendala BPJS.

"Karena si anak ini berasal dari keluarga tidak mampu, makanya kita sudah membantu mengurus BPJS dengan berkoordinasi pada Dinas Sosial," ujarnya.

Jamiril menjelaskan, penyebab anak menderita gizi buruk memang cukup banyak, seperti penyakit jantung, kelain bawaan atau genetik, faktor ekonomi bahkan pola asuh orang tua.

Dia memastikan, di Kabupaten Mempawah belum ada laporan yang masuk terkait gizi buruk yang sangat memperhatikan seperti busung lapar dan sejenisnya.

"Sampai saat ini di daerah kita belum ada laporan kasus yang masuk ke kita terkait gizi buruk parah seperti busung lapar dan sebagainya, jadi dari 77 kasus gizi buruk itu tidak ada yang busung lapar," pungkasnya.

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 

Penulis: Ya'M Nurul Anshory
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved