BKKBN Provinsi Kalbar Terus Fokus Tekan Angka Pernikahan Dini Di Kalbar

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan

BKKBN Provinsi Kalbar Terus Fokus Tekan Angka Pernikahan Dini Di Kalbar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Suasana penutupan Acara Reveu Program KKBPK Provinsi Kalimantan Barat tahun 2019 dan DAK nonfisik subbidang KB (BOKB) tahun 2020” di Salah Satu Hotel di Kawasan Jalan Ahmad Yani I Pontianak, Kamis (29/8/2019). 

BKKBN Provinsi Kalbar Terus Fokus Tekan Angka Pernikahan Dini Di Kalbar

PONTIANAK - Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan, Drs Kusmana mengatakan Kalbar saat ini masih fokus untuk menyelesaikan soal kesehatan reproduksi remaja melalui kegiatan generasi berencana.

Selain itu juga melalui Penobatan ayah dan bunda genre kabupaten kota juga menjadi salah satu upaya untuk menekan angka pernikah dini di Kalbar.

Kemudian soal pencapaian peserta KB MKJP. Dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi ada dua hal yang menjadi prioritas yaitu pendewasaan usia perkawinan dengan forum genre.

Baca: BKKBN Komitmen Dukung Pencapaian Penangan Stunting Sasaran Kelompok 1000 HPK

Baca: MSGroup Selenggarakan Event Colouring Fun ke Dua di Waterfront MS Kencana

Baca: SHIO 2019 -Peruntungan Hari Ini Jumat 30 Agustus 2019, 2 Shio Harus Hati-hati, 2 Shio Terbantu Humor

Kemudian dengan mengkampanyekan KB alat kontrasepsi MKJP. Kalau ikut keluarga berencana dengan kontrasepsi maka peluang hamil setiap tahun akan terminimalisir.

Hal ini disampaikannya usai penutupan Acara Reveu Program KKBPK Provinsi Kalimantan Barat tahun 2019 dan DAK nonfisik subbidang KB (BOKB) tahun 2020” di Salah Satu Hotel di Kawasan Jalan Ahmad Yani I Pontianak, Kamis (29/8/2019).

Kusmana mengatakan review merupakan ajang evaluasi yang akan menemukan tantangan yang harus diselesaikan.

Beberapa tantangan yang akan diselesaikan telah menjadi kesepakatan bersama untuk diselesaikan.

Review juga merupakan forum yang menghasilkan penurunan TFR sebagai tujuan yang akan dicapai menjadi target yang harus diselesaikan.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga untuk merevisi rencana yang telah disusun pada saat rakerda. Beberapa hal yang tidak bisa terselesaikan akan diganti dengan kebijakan yang baru. Tanpa merubah kebijakan nasional karena sekarang merupakan tahun akhir dari RPJMN.

"Yang kita rubah adalah taktik dan strategi untuk menyelesaikan tantangan kedepan ," pungkasnya.

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 

Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved