Nuraini Puluhan Tahun Mengajar Ngaji Pakai Sepeda, Bahagia Dapat Bantuan Baznas Kabupaten Mempawah

ada pula Sri Nuraini (61) yang juga satu profesi sebagai guru ngaji tradisional di sekitar Gang Al Huda, Kecamatan Mempawah Hilir yang merasa terbant

Nuraini Puluhan Tahun Mengajar Ngaji Pakai Sepeda, Bahagia Dapat Bantuan Baznas Kabupaten Mempawah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Proses penyaluran bantuan kepada warga fakir konsumtif dan miskin produktif oleh Baznas Kabupaten Mempawah, Kamis (29/8/2019) 

Nuraini Puluhan Tahun Mengajar Ngaji Pakai Sepeda, Bahagia Dapat Bantuan dari Baznas Kabupaten Mempawah

MEMPAWAH - Meski usianya sudah tidak muda lagi Jauhariyah (70) sampai saat ini masih aktif berprofesi sebagai guru ngaji tradisional di Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur.

Hari ini Kamis (29/8/2019), dia merasa sangat senang sekali ketika mendapatkan bantuan dari Baznas Kabupaten Mempawah yang telah memberikan dia uang tunai sebesar Rp. 500 ribu dalam penyaluran bantuan Zakat, Infaq dan Sadaqah (ZIS).

Baznas Kabupaten Mempawah menyalurkan bantuan ZIS untuk semester I tahun 2019 sebesar Rp. 6.5 juta kepada 13 orang guru ngaji tradisional yang masing-masing per orang mendapatkan Rp. 500 ribu.

Selain dia, ada pula Sri Nuraini (61) yang juga  satu profesi sebagai guru ngaji tradisional di sekitar Gang Al Huda, Kecamatan Mempawah Hilir yang merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan yang disalurkan oleh Baznas Kabupaten Mempawah kepada mereka.

Baca: Baznas Kabupaten Mempawah Salurkan Zakat, Infaq dan Sadaqah Senilai Rp 279 Juta Kepada Fakir Miskin

Baca: Bupati Sanggau Paolus Hadi Serahkan Santunan Baznas Kepada 131 Mustahiq

"Saya dulu menjadi guru ngaji sejak masih pakai sepeda, keliling mengajar ngaji di pasar, setiap hari kecuali hari Minggu, belakangan ini, kami sebagai guru ngaji di Kabupaten Mempawah mendapat bantuan, tentunya kami sangat senang sekali, merasa terbantu dengan semua ini," tuturnya.

Nuraini berharap, bantuan tersebut bisa terus berlanjut sampai kelak, sebab menurut dia banyak sekali guru-guru ngaji tradisional yang bekerja tanpa digaji.

Dalam artian secara sukarela dan dibayar dengan ucapan terimakasih saja.

Baca: Bank Muamalat, BAZNAS dan BMM Salurkan Bantuan Program Pangan untuk Duafa

Baca: Atbah Apresiasi Program BAZNAS Sambas, Khitan Massal

"Jadi guru ngaji itu tidak semudah yang dibayangkan, mungkin lebih enak jadi guru di sekolah, ada mendapat gaji dari negara, kalau guru ngaji itu kebanyakan dibayar dengan beras saja, jadi selama ini bagi saya bukan mengharapkan uangnya tapi amal pahalanya yang saya pungut," pungkasnya. 

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved