Kalbar Harus Siap Dengan Perpindahan Ibu Kota RI

Presiden Jokowi telah mengumumkan lokasi ibu kota Indonesia yang baru di Kalimantan Timur. Menanggapi hal ini, Kepala Perwakilan Bank Indonesia

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISHAK
Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Kalbar, Prijono, saat menyampaikan paparannya dalam agenda press conference menyambut Imlek 2019, Senin (28/01/2019). 

Kalbar Harus Siap Dengan Perpindahan Ibu Kota RI

PONTIANAK - Presiden Jokowi telah mengumumkan lokasi ibu kota Indonesia yang baru di Kalimantan Timur. Menanggapi hal ini, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Prijono mengatakan Kalimantan Barat harus siap menyambut perpindahan Ibu Kota RI tersebut.

“Perpindahan Ibu kota pasti berdampak ke Kalbar, tentunya akan ada pertumbuhan ekonomi baru, karena kebutuhan orang-orang semakin banyak. Contohnya kebutuhan-kebutuhan antar daerah, investasi dan lain-lain. Tentunya akan berdampak pada perkembangan ekonomi kita,” ujar Prijono, Kamis (29/8).

Ia pun menegaskan jika masyarakat Kalbar harus meningkatkan SDM, menurutnya sehebat apapun perkembangannya jika tidak diikuti dengan SDM yang memumpuni nantinya akan menjadi persoalan.

Baca: Dayak di PBB Desak Dilakukannya Dialog Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan

Baca: Bertandang ke Kantor Tribun Pontianak, Sekjen PKS Mustafa Kamal Singgung Perpindahan Ibu Kota

Baca: Nasib ASN Dampak Pindah ke Ibu Kota Baru di Kaltim, Inilah Kuota CPNS & P3K/PPPK 2019

“Misalnya saja kita akan membangun pelabuhan, bandara dan sebagainya, kita harus yakin dulu, siap gak SDM kita untuk mengisi posisi-posisi semacam itu. Jangan sampai kita bukan jadi pelakunya. Kalau saya lihat dari sisi demografi kependudukan di Kalbar sebenarnya usia yang produktif cukup besar, dan itu harus betul-betul memumpuni,” ungkapnya.

Kalbar juga sebagai daerah yang punya potensi wisata alam dan budaya yang luar biasa bisa menangkap peluang tersebut. 

“Potensi kita sangat luar biasa, dari sungai, laut, gunung, hutan, kebudayaan multi etnis, dan sejarah yang panjang. Kalau kita bisa mengemasnya dengan baik tentu akan menjadi sektor alternatif yang dapat diandalkan oleh daerah,” sebutnya.

Selain itu, Anggota DPR RI Komisi XI Dapil Kalbar, G Michael Jeno mengatakan terkait dengan perpindahan ibu kota Republik Indonesia memang akan ada prokontra, karena hal ini merupakan keputusan yang besar.

“Keinginan atau ide pemindahan ibu kota ini kan bukan suatu yang baru. Karena memang beban dari Jakarta sebagai ibu kota negara sudah sangat berat, Antara peran administrasi dan peran ekonomi itu bercampur. Semua aktifitas menumpuk di Jakarta, sehingga memang sudah tidak memadai, dari alam, polusi, kemacetan dan lain-lian,” ungkapnya.

Ia menyebut perpindahan ibu kota tidak lantas membuat Jakarta menjadi sepi, Jakarta tetap menjadi pusat bisnis di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Karena memang salah satu tujuan perpindahan ibu kota adalah untuk meringankan beban Jakarta.

Halaman
12
Penulis: Ni Made Gunarsih
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved