Breaking News:

UPT IPTEK dan Bahasa Kota Pontianak Gelar Lomba Roket Air, 10 Peserta Terbaik Diutus ke KRAN 2019

Ajang ini digelar selama dua hari, 28-29 Agustus 2019 di Pusat IPTEK dan Bahasa Kota Pontianak dan di SMA Negeri 8 Pontianak.

Editor: Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Kepala UPT Pusat IPTEK dan Bahasa, Drs. Teguh Sapto memberikan pembekalan materi pada pembukaan Lomba Sains Terapan (Roket Air) Tahun 2019 Tingkat Pelajar Se-Kota Pontianak di Gedung PCC, Pontianak, Rabu (28/8/2019). 

UPT IPTEK dan Bahasa Kota Pontianak Gelar Lomba Roket Air Tingkat Pelajar Kota Pontianak Tahun 2019, 10 Peserta Terbaik Diutus  ke Tingkat Nasional

PONTIANAK - UPT IPTEK dan Bahasa Kota Pontianak sukses mengadakan Lomba Roket Air Tingkat Pelajar untuk yang ke empat kalinya.

Lomba yang diikuti oleh 64 sekolah tingkat SMP, MTs, SMA, SMK dan MA Kota Pontianak.

Ajang ini digelar selama dua hari, 28-29 Agustus 2019 di Pusat IPTEK dan Bahasa Kota Pontianak dan di SMAN 8 Pontianak.

Kepala UPT Pusat IPTEK dan Bahasa, Drs Teguh Sapto, berharap dengan event ini bisa semakin meningkatkan keingintahuan para siswa dibidang sains khususnya sains terapan.

Sehingga kedepannya mereka bisa menjadi generasi yang berpikir maju dan tidak kalah dengan orang luar.

Baca: Peluncuran Roket Air Tandai Pembukaan Acara Puncak Pekan Raya Fisika 2019

Baca: Lomba Roket Air dan Pemilihan Putra-Putri Pariwisata Khatulistiwa 2018 Meriahkan Kulminasi

“Lomba sains terapan roket air ini bertujuan untuk meningkatkan keingintahuan siswa kepada sains khususnya sains terapan. Karena di era 4.0 ini, kalau tidak memiliki bekal yang cukup dalam bidang sains atau bidang lainnya seperti misalnya bidang bahasa generasi muda akan kesulitan untuk maju. Kita bisa lihat, mereka yang berhasil di masa sekarang adalah mereka yang menguasai teknologi. Misalnya kita liat start-up di Indonesia yang pemiliknya adalah genereasi muda, atau pengguna teknologi seperti Atta Halilintar yang mampu menghasilkan pendapatan yang fantastis di usia mudanya. Semuanya karena keingintahuan mereka dengan teknologi," jelas Teguh Sapto kepada www.tribunpontianak.co.id di gedung PCC lantai 2.

Antusiasme peserta mengikuti workshop Lomba Sains Terapan (Roket Air) Tahun 2019 Tingkat Pelajar Se-Kota Pontianak di Gedung PCC, Pontianak, Rabu (28/8/2019).
Antusiasme peserta mengikuti workshop Lomba Sains Terapan (Roket Air) Tahun 2019 Tingkat Pelajar Se-Kota Pontianak di Gedung PCC, Pontianak, Rabu (28/8/2019). (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA)

"Dan apakah di daerah bisa? Tentu saja bisa, karena semuanya berkat teknologi. Jadi harapan saya para siswa bisa berpikir maju, jangan sampai kalah dengan orang luar,” lanjutnya lagi. 

“Semua harus bisa menjadi generasi yang hebat dengan cara terus belajar dengan mengikuti kemajuan zaman. Jangan mengeluh mengenai perbedaan. Itu bukan hambatan tapi jadi tantangan baru. Sehingga para siswa bisa terus berkreasi dan menjadi generasi yang mampu menghadapi persaingan di era 4.0 ini," katanya menambahkan. 

Baca: Begini Cara Bikin Roket Air Ala Murid SMA Panca Bhakti Pontianak

Baca: Roket Air Milik Alfian Harumkan Pontianak

Tahun ini terdapat 128 peserta yang ikut berkompetisi, dan hanya akan dipilih sepuluh peserta terbaik untuk diikutsertakan di Kompetisi Roket Air Nasional (KRAN) 2019.

Peserta Lomba Sains Terapan (Roket Air) melakukan persiapan pembuatan roket air untuk dilombakan di Gedung PCC, Pontianak, Rabu (28/8/2019).
Peserta Lomba Sains Terapan (Roket Air) melakukan persiapan pembuatan roket air untuk dilombakan di Gedung PCC, Pontianak, Rabu (28/8/2019). (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA)

“Semua peserta harus menjunjung tinggi sportivitas dan yakin dengan kemampuan diri sendiri. Hal ini sudah dibuktikan Navida Rahma Ramadhan, siswi MTs Negeri 1 Pontianak, yang berhasil tampil sebagai juara 1 KRAN 2018. Karena kepercayaan dirinya dan semangatnya untuk terus belajar, makanya ketika dia diberi bahan yang berbeda di Pontianak dengan yang Nasional, dia sudah tahu harus bagaimana mengeksekusinya, bentuk roketnya dan sebagainya. Jadi harus percaya diri dengan kemampuan sendiri, terus belajar dan berdoa adalah kuncinya," ujar Kasubag TU, Dewi Siti Hanizar menambahkan. 

Sebagai informasi tambahan, pada hari pertama dikhususkan untuk pembuatan roket serta pembekalan mengenai teknis lomba di Gedung PCC dan hari kedua untuk proses peluncuran roket air di SMAN 8 Pontianak.

Pembekalan materi diisi oleh Suraina serta Dedi Suryadi dari Balai Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Pontianak, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional

Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved