AMAN Bengsibas Dorong BUMDes Jadi Kekuatan Ekonomi di Bengkayang

yakni mengentaskan 5 ribu desa tertinggal dan meningkatkan sedikitnya 2 ribu desa mandiri

AMAN Bengsibas Dorong BUMDes Jadi Kekuatan Ekonomi di Bengkayang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Deputi Badan Pelaksana Harian (BPH) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Bengkayang, Singkawang, Sambas (Bengsibas), Philipus 

AMAN Bengsibas Dorong BUMDes Jadi Kekuatan Ekonomi di Bengkayang

BENGKAYANG - Kabupaten Bengkayang dengan jumlah 122 desa telah berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, kualitas hidup manusia dan menanggulangi kemiskinan.

Hal ini dapat dilihat dari banyak desa yang terentaskan dari sangat tertinggal dan tertinggal, bahkan ditahun 2017 tidak ada desa mandiri di Bengkayang, namun ditahun 2019 ada 3 Desa Mandiri di Kabupaten Bengkayang.

Meningkatnya Indeks Desa Memanngun (IDM) Kabupaten Bengkayang tersebut tentunya tidak boleh membuat Pemda berhenti untuk berinovasi karena masih banyak tantangan yang ada ditingkat desa.

"Di antaranya menjadikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai kekuatan ekonomi yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kapasitas aparatur penyelenggara desa," kata Deputi Badan Pelaksana Harian (BPH) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Bengkayang, Singkawang, Sambas (Bengsibas), Philipus, Rabu (28/8/2019).

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 menargetkan pencapaian sasaran pembangunan desa dan kawasan perdesaan, yakni mengentaskan 5 ribu desa tertinggal dan meningkatkan sedikitnya 2 ribu desa mandiri.

Baca: Komplotan Curanmor di Bengkayang Dibekuk Polsek Seluas, Hendak Jual Motor Ninja R Harga Murah

Baca: Julius Armando: Pertumbuhan Ekonomi Pengatuhi Daya Beli Masyarakat

Berdasarkan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 2 tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun bahwa IDM disusun untuk mendukung upaya pemerintah dalam menangani pengentasan desa tertinggal dan peningkatan desa mandiri.

Indeks Desa Membangun adalah Indeks Komposit yang terdiri dari Indeks Ketahanan Sosial (IKS), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE) dan Indeks Ketahanan Lingkungan (IKL).

"Harapannya kepada Pemerintah Provinsi dan Kabupaten se-Kalimantan Barat memanfaatkan data dan informasi Indeks Desa Membangun sebagai salah satu basis dalam proses perencanaan, pelaksanaan, serta pemantauan dan evaluasi pembangunan desa," harapnya.

 Cek 10 Berita Pilihan Tribun Pontianak di Whatsapp Via Tautan Ini: Tribun Pontianak Update 

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved