Terkait Desa Mandiri, Dr Erdi: Kesejahteraan Negara Berangkat dari Desa

Kalau ingin berbicara kesehateraan dimulai lah dari desa . Apa yang dibutuhkan desa. Alokasikan APBD banyak-banyak.

Terkait Desa Mandiri, Dr Erdi: Kesejahteraan Negara Berangkat dari Desa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Pengamat Kebijakan Publik, DR Erdi Abidin 

Terkait Desa Mandiri, Dr Erdi: Kesejahteraan Negara Berangkat dari Desa

PONTIANAK - Akademisi FISIP Untan dan Staf Ahli Rektor Bidang Kerjasama, Dr Erdi mengatakan dalam masa kepemimpinan Gubernur Sutarmidji 5 tahun kedepan tidak hanya membangun 87 desa mandiri tapi lebih 400 desa mandiri.

Dr Erdi mengatakan seharusnya ini bukan menjadi program gubernur, tetapi seharusnya menjadi program bupati yang ada di Kalbar. Sebab gubernur tidak punya wilayah dan yang punya wilayah adalah bupati.

Oleh karena itu bupati seyogyanya membuat program desa mandiri untuk 5 tahun kedepan lebih dari 40 desa.

"Supaya kesejahteraan itu tidak hanya di Kota Pontianak, kesejahteraan negara itu berangkat dari desa. Ketika desa miskin jangan bicara tentang kesejahteraan. Oleh karena itu gubernur memulai dari yang paling dasar dan dimulai dari masyarakat desa," ujar Dr Erdi.

Baca: Kalbar Punya 86 Desa Mandiri, Sutarmidji: Hasil Perjuangan Bupati

Baca: Suriansyah: Terkait 86 Desa Mandiri di Kalbar Tentu Tak Lepas dari Kerja Gubernur Lama

Ia mengatakan peran perwujudan desa mandiri dari 1 desa mandiri menjadi 86 desa mandiri di Kalbar adalah hasil perjuangan bupati karena bupati yang memiliki wilayah.

"Kalau ingin berbicara kesehateraan dimulai lah dari desa . Apa yang dibutuhkan desa. Alokasikan APBD banyak-banyak. Gubernur hanya minta tetapi tidak punya wilayah," tambah Dr Erdi

Ia mengatakan seharusnya bupati malu dengan gubernurnya ketika mereka tidak mampu menciptakan desa mandiri karena yang punya wilayah itu bukan gubernur .

"Bupati tidak mampu merealisasikan desa mandiri, berarti bupatinya yang bodo bale, biar bupatinya marah sama saya , tidak marah sama gubernur," ujarnya.

Ia menanggapi terkait terealisasinya desa mandiri hasil kerja gubernur lama dan dilanjutkan oleh gubernur baru,

"Tidak seperti itu. Dulu jamannya Pak Cornelis tidak bicara tentang desa mandiri yang ingin dibuat oleh pak Cornelis adalah bagaimana seluruh desa terbuka. Inilah lahan untuk menuju desa mandiri. Gubernur lama sudah meletakkan dasar itu. Dasarnya membuka desa yang tertutup dibuka jalannya supaya masyarakat bisa menjual hasil buminya cepat kedaerah sentral produksi ," ujarnya.

Tetapi dikatakannya bahwa desa mandiri saat ini adalah kelanjutan program dari gubernur lalu, dan programnya tidak putus.

"Selesai dimasa Pak Cornelis dengan menciptakan infrastruktur penting di desa maka dibuat oleh gubernur baru program sesuai dengan itu. Tapi dasar pondasinya itu dibuat oleh Pak Cornelis . Jangan pula dikatakan keberhasilan desa mandiri itu adalah kerjakeras gubernur. Bukan begitu cara memaknainya ," ujarnya

Dr Erdi mengatakan desa mandiri yang akan tercipta pada masa Gubernur Sutarmidji ini adalah kelanjutan dari program prioritas gubernur Kalbar di mulai dari Cornelis.

"Kita ingin menghormati dan semua gubernur memiliki prioritas . Pak Cornelis berkonsentrasi untuk membuka akses desa dan sudah selesai. Sekarang itu tidak cukup dengan terbukanya akses. Jadi pak Sutarmidji datang dengan membuat akses itu jadi lebih optimal salah satunya dengan penguatan di desa yang diprediksi dapat ditingkatkan menjadi desa mandiri," pungkas Dr Erdi.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved