Peringatan Hapernas 2019, Buku Sejarah dan Kamus Istilah Perumahan Diluncurkan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meluncurkan Buku Sejarah Perumahan : Jejak Langkah Hunian Layak Indonesia

Peringatan Hapernas 2019, Buku Sejarah dan Kamus Istilah Perumahan Diluncurkan
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Peringatan Hapernas 2019, Buku Sejarah dan Kamus Istilah Perumahan Diluncurkan 

Citizen Reporter
Biro Komunikasi Publik
Kementerian PUPR

Peringatan Hapernas 2019, Buku Sejarah dan Kamus Istilah Perumahan Diluncurkan

PONTIANAK - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meluncurkan Buku Sejarah Perumahan : Jejak Langkah Hunian Layak Indonesia dan Kamus Istilah Perumahan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Usai acara peluncuran, dilakukan pembahasan terhadap buku dan kamus tersebut melalui sarasehan dengan pembahas senior perumahan yakni Menteri Perumahan Rakyat (1988-1993) Siswono Yudo Husodo, Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah (2000-2001) Erna Witoelar, Menteri Perumahan Rakyat (2009-2011) Suharso Monoarfa, Ketua DPP REI Soelaeman Soemawinata dan mewakili Tim Penyusun Buku Pangihutan Marpaung.

Menteri Basuki mengatakan melalui  sarasehan ingin mendapatkan masukan dan saran dari para senior bidang perumahan mengenai Program Sejuta Rumah yang dimulai sejak tahun 2015, sudah berjalan dengan baik atau belum.

Baca: Pahlawan Ini Tak Pernah Muncul di Buku Sejarah, Padahal Penulis Konsep Negara Indonesia

Baca: Bagikan Sejumlah Kamus Bahasa Inggris, Kapolsek Ajak Pelajar Ambalau Genggam Dunia

Baca: VIDEO: Kondisi Perumahan Yang Terdampak Pasca Diterjang Angin Puting Beliung

“Bung Hatta pernah menyampaikan bahwa penyediaan rumah untuk rakyat tidak mungkin bisa dilaksanakan kurang dari 50 tahun. Penyediaan rumah itu tidak mudah. Oleh karena itu kami juga ingin dengarkan rekomendasi senior dan pelaku perumahan sejak awal 90 tahunan. Pencerahan untuk pembangunan Perkim di Indonesia sangat kami harapkan betul, bukan basa – basi, sehingga kita semua bisa mempelajari sejarah bukan nostalgia tapi evaluasi ke depan lebih baik,” kata Menteri Basuki.

Turut hadir Menteri Perumahan Rakyat (1998-1999) Rahmadi Bambang Sumadijo, para tokoh perumahan, asosiasi perumahan, pengamat perkotaan dan generasi muda Kementerian PUPR.

Kebutuhan masyarakat akan rumah terus ada seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Penyediaan rumah khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) oleh Pemerintah dalam setiap masa selalu menghadirkan persoalan dan tantangan yang berbeda, sehingga perlu kreativitas dan inovasi baru untuk mengatasinya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, backlog perumahan di Indonesia saat ini masih 7,6 juta unit dan tambahan kebutuhan rumah per tahun mencapai 500-600 ribu unit menjadi tantangan Pemerintah dan para stakeholder.

Menteri Perumahan Rakyat (1988-1993) Siswono Yudo Husodo mengatakan tantangan sektor perumahan pada zaman dulu dengan sekarang berbeda.

Halaman
123
Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved