Pemprov Kalbar Tandatangani MoU dengan BIG RI, Ini Penjelasan Gubernur Sutarmidji

Sehingga nanti kebijakan tentang PBB dan BPHTB tidak bisa diakal-akalin lagi tu. Kite bise tau lokasi dan sebagainya,

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Penyerahan cinderamata dari Badan Informasi Geospasial Republik Indonesia (BIG RI) kepada Gubernur Kalbar usai Tanda tangani MOU bersama di Hotel Aston Pontianak, Selasa (27/8/2019). 

Pemprov Kalbar Tandatangani MoU dengan BIG RI, Ini Penjelasan Gubernur Sutarmidji

PONTIANAK  - Dalam rangka mengakselerasi pembangunan daerah yang tepat sararan. Pemerintah Provinsi Kalbar dan Pemerintah Kabupaten/Kota Se-Kalimantan Barat menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MoU) dan perjanjian kerjasama dengan Badan Informasi Geospasial Republik Indonesia (BIG RI), dalam rangka Pencanangan Kegiatan Pengelolaan Data dan Informasi Geospasial di Provinsi Kalimantan Barat. 

Gubenur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyatakan penandatanganan MoU tersebut merupakan bentuk realisasi program satu data. 

Dimana dengan kerjasama ini Kalbar juga menerapkan kebijakan satu peta yang selama ini digaungkan oleh Pemerintah Pusat melalui Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta (KSP).

Baca: Sutarmidji: Mahasiswa Papua yang Selesai Menimba Ilmu Harap Bangun SDM Lebih Unggul

Baca: Kalbar Punya 86 Desa Mandiri, Sutarmidji: Hasil Perjuangan Bupati

"Kita punya portal satu data, ini akan dilengkapi nanti dengan satu peta," ujar Sutarmidji setelah menandatangani MoU, di Hotel Aston Jalan Gajah Mada, Kota Pontianak, Selasa (27/8/2019). 

Menurut Sutarmidji saat ini Kalbar sudah menerima Peta Permukaan dari BIG RI. Walaupun saat ini masih dalam angka 1:5.000 sedangkan yang idealnya untuk cakupan kota adalah 1:1.000.

Menurut dia dengan adanya satu peta ini, kebijakan yang berkaitan dengan Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah (BPHTB) akan tepat sasaran dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Sehingga nanti kebijakan tentang PBB dan BPHTB tidak bisa diakal-akalin lagi tu. Kite bise tau lokasi dan sebagainya," jelasnya.

Kemudian, ia mengatakan satu Peta BIG tidak hanya peta permukaan saja, tapi juga akan terlihat di dalam tanah, air dan sebagainya yang berkaitan dengan sumber daya alam. 

Melalui satu peta ini sumberdaya alam akan mampu dikelola secara optimal. Seperti misalnya Kalbar yang mempunyai sumberdaya alam Boksit.

Halaman
12
Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved