ULTIMATUM 93 Perusahaan di Kalbar & Segel 19 Perusahaan Karena Karhutla, Sutarmidji Ungkap Hal Ini

Sutarmidji menyampaikan bahwa tindakan penyegelan yang telah di laksanakan akan beriringan dengan tindakan hukum.

ULTIMATUM 93 Perusahaan di Kalbar & Segel 19 Perusahaan Karena Karhutla, Sutarmidji Ungkap Hal Ini
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan Barat, H.Sutarmidji saat diwawancarai awak media usai┬áRapat Paripurna DPRD Kalbar, di kantor DPRD Provinsi Kalbar, Pontianak, Rabu (21/8/2019). Rapat beragendakan Pemandangan Umum Fraksi-fraksi Terhadap Raperda Perubahan APBD provinsi Kalbar tahun anggaran 2019. 

Ultimatum 93 Perusahaan, 19 di Segel Karena Karhutla, Sutarmidji Ungkap Hal Ini

PONTIANAK- Sebanyak 93 perusahaan di berikan Peringatan yang mana 19 di antaranya dilakukan penyegelan akibat terjadi kebakaran di lahan konsesinya.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji kepada awak media saat menghadiri Press Conference di Mapolda Kalbar, Senin (26/8/2019).

Midji menilai bahwa kerhutla di Kalbar bukan di sebabkan oleh pembukaan ladang oleh masyarakat, namun dilakukan oleh oknum perusahaan.

"Awalnya kan orang selalu bicara masalah bahwa lahan ini terbakar karena buka ladang.

Kalau saya selalu bicara, ini api ada di koordinat konsesi hutan ataupun HTI (Hutan Tanam Industri).

Kita lihat bahwa dari tiitik api yang banyak itu, ada 93 yang berada di koordinat itu, saya lapor ke Bu menteri (Menteri Lingkungan Hidup).

Kemarin mereka meninjau, saya lapor ke Bu Menteri, dan memang api itu ada dititik yang terkotak-kotak itu," kata Sutarmidji.

Baca: Personel Polsek Air Besar Pimpin Patroli Terpadu Penanggulangan Karhutla

Baca: Atasi Kahutla Nyaris Merembet Pemukiman, BPBD Kubu Raya Akui Terkendala Sumber Air

"Sehingga kita berikan peringatan kepada 93 perusahaan dan kita segel 19 perusahaan, yang lainnya mengklarifikasi.

Saya juga minta mereka menyampaikan tim penanganan kebakaran lahan, kemudian peralatannya, harus disampaikan ke kita daftarnya.

Halaman
123
Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved