Yayasan Durian Nusantara Sebut Festival Durian Untuk Mencari Varietas Durian Unggul

Ketua Yayasan Durian Nusantara (YDN), Mohamad Reza Tirtawinata mengatakan hal yang dilakukan oleh YDN adalah mencari varietas durian

Yayasan Durian Nusantara Sebut Festival Durian Untuk Mencari Varietas Durian Unggul

PONTIANAK - Ketua Yayasan Durian Nusantara (YDN), Mohamad Reza Tirtawinata mengatakan hal yang dilakukan oleh YDN adalah mencari varietas durian unggulan dari setiap daerah untuk kemudian dikembangkan lagi di daerah asalnya masing-masing.

“Melalui kontes ini, kami juga melakukan eksplorasi ke lapangan. Kalau kita mendapatkan jenis-jenis yang bagus, syarat utamanya adalah dikembangkan lagi di tempat asalnya. Jadi saya mengusulkan para pemenang ini setelah di indentivikasi induk tunggalnya yang didaftarkan, kemudian diperbanyak ditanam daerah asalnya, karena kalau diasalnya kita yakin habitatnya cocok. Sehingga juaranya itu tidak hanya 1 pohon tapi mungkin 5 sampai 10 hektar. Sehingga kedepannya juara kemarin sudah bisa ada dipasaran,” ujar Reza.

Ia mengatakan jika ingin memperbanyak benih dari populasi, dibutuhka waktu sekitar 4 sampai 5 tahun dan memakan biaya yang sangat besar.

Baca: Joko Susanto: Melalui Paskibraka Nasional Semoga Bisa Menginspirasi Pemuda Kalbar

Baca: Jelang Pernikahan! Jesicca Iskandar Mendadak Curhat Soal Sosok Calon Suaminya Richard Kyle

Baca: Paskibraka Nasional Akan Tergabung di Purna Paskibra Indonesia Kalbar

“Kita harus menanam benih dari kecil itu butuh 4-5 tahun dan biayanya besar. Karena petani harus menyiramnya dimusim kemarau, harus dipupuk, dijaga dari hama, perawatannya membutuhkan banyak waktu dan biaya,” jelasnya.

Menurutnya, penanaman ini harus menggunakan teknologi top working. Agar pohon-pohon yang kurang bagus bisa di gunakan sebagai batang bawah. 

“Jadi batang itu dibiarkan 2-3 meter, dipangkas, tunas yang tumbuh disambung dengan durian yang juara. Nah dengan cara itu kita sudah bisa punya banyak pohon yang bagus dan itu biayanya tidak terlalu besar biayanya karena tidak perlu menyiram. Pada  dasarnya pohon-pohon ini tanpa disiram sebenarnya tetap hidup seperti pada habitat dasarnya dihutan,” jelasnya.

Lanjutnya Reza mengatakan harus ada tim yang bertanggung jawab pada pengelolaan ini.

“Harus ada tim yang mendampingi petani, minimal sebulan 1 sampai 3 bukan sekali dipantau, difoto lalu dilaporkan. Kami yayasan durian nusantara akan turut membantu memberikan bantuan. Jarak jauh sekarang tidak masalah,” ungkapnya.

Ia pun mengatakan potensi pembeli durian sudah ada, tinggal bagaimana cara kita agar bisa selalu menyajikan yang terbaik.

“Saya juga mau usul penyelenggaraan berikutnya, agar ada suatu tempat dimana para pembeli dari luar negeri bisa mencicipi durian yang sudah diseleksi, sehingga bisa mewakili inilah durian kalbar yang luar biasa, agar mereka tertarik berinvestasi,” pungkasnya.

Penulis: Mia Monica
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved