Citizen Reporter

Koramil 1202-16/Sedau Bersama Banser Padamkan Kebakaran Hutan di Gunung Besar

Komandan Koramil (Danramil) 1202-16/Sedau, Kapten Inf Witana, mengatakan, kebakaran hutan diketahui saat anggotanya melakukan patroli.

Koramil 1202-16/Sedau Bersama Banser Padamkan Kebakaran Hutan di Gunung Besar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Banser ikut serta padamkan api di Gunung Besar 

Citizen Reporter 
Anggota Banser Singkawang, Umar Faruq

SINGKAWANG - Tim 1 Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Singkawang Selatan bersama Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Singkawang, bahu-membahu memadamkan kebakaran hutan yang terjadi di kaki Bukit Gunung Besar, Kelurahan Sedau, Singkawang, Rabu (20/8/2019) malam. 

Dengan peralatan seadanya, alhasil api pun bisa dipadamkan sekira pukul 20.00 WIB. Kebakaran diperkirakan terjadi pukul 18.00 WIB.

Komandan Koramil (Danramil) 1202-16/Sedau, Kapten Inf Witana, mengatakan, kebakaran hutan diketahui saat anggotanya melakukan patroli. 

Baca: Di Putussibau Sudah Ada Ojek Online, Ini Aplikasinya

Baca: IPNU dan IPPNU Sungai Pinyuh Gelar Seminar Kebangsaan Semarakan HUT RI ke-74

"Saat patroli kami menemukan titik api. Ada satu titik di Bukit Gunung Besar," ujarnya.

Belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran. Lokasi kebakaran jauh dari pemukiman warga.

Diketahui, Satkorcab Banser Kota Singkawang membuka Posko Karhutla guna membantu aparat dan masyarakat dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan.

"Mengingat potensi karhutla yang masih tinggi, apalagi saat ini tengah musim kemarau, maka kami membuka posko ini untuk membantu aparat dan masyarakat dalam penanggulangan karhutla," kata Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Singkawang, Ahmad Dahlan.

Pendirian Posko Karhutla, terang Ahmad, sesuai instruksi Satkorwil Banser Kalbar. Posko didirikan sampai dengan tidak adanya lagi lotensi kebakaran hutan dan lahan.

Ahmad berharap, semua pihak bersama-sama mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Ia meminta masyarakat, perusahan dan pihak manapun untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.

"Mari kita jaga hutan dan lingkungan kita. Jangan membakar sembarangan, karena akan berakibat fatal, seperti hutan dan lahan yang terbakar, dampaknya asap yang mengganggu dan membahayakan kesehatan," harapnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved