UPT Taman Budaya Kalbar Gelar Festival Musik Dua Warna, 10 Group Musik Unjuk Kebolehan

Pergelaran seni musik ini merupakan sebuah tindakan yang kongkrit dalam upaya pengembangan seni budaya yang berorientasi kepada perkembangan zaman

UPT Taman Budaya Kalbar Gelar Festival Musik Dua Warna, 10 Group Musik Unjuk Kebolehan
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Penampilan satu di antara peserta dalam Festival Musik dua Warna di Taman Budaya Kalimantan Barat, Jalan A.Yani Pontianak, Jumat (23/8/2019) malam. 

UPT Taman Budaya Kalbar Gelar Festival Musik Dua Warna, 10 Group Musik Unjuk Kebolehan

PONTIANAK - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) melalui Upt Taman Budaya Kalbar menggelar pergelaran Seni Musik, Festival Musik Dua Warna di panggung terbuka Taman Budaya Kalbar, Pontianak, Jumat (23/8/2019) malam.

Festival Musik Dua Warna ini mengangkat tema "Bahana Musika Enggang Khatulistiwa" yang diikuti oleh 10 group musik dari sejumlah Kabupaten/kota di Kalbar.

Festival musik dua warna merupakan pergelaran seni musik yang menampilkan kolaborasi musik tradisional dengan musik modern.

Dalam kata sambutan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Suprianus Herman yang diwakili oleh Kabid Kebudayaan, Suhardi mengatakan Pergelaran seni musik ini diharapkan dapat memberikan stimulus bagi masyarakat untuk lebih menghargai, mencintai dan menumbuhkan keinginan untuk melestarikan seni budaya lokal yang kita miliki.

Baca: FOTO: Penampilan Peserta Festival Musik Dua Warna di Taman Budaya Kalimantan Barat

Baca: Meriahkan World Dance Day, Upt Taman Budaya Kalbar Gelar Pagelaran Kolaborasi Tari Tiga Etnis

Pergelaran seni musik ini merupakan sebuah tindakan yang kongkrit dalam upaya pengembangan seni budaya yang berorientasi kepada perkembangan zaman saat ini.

Selain itu, Kegiatan ini juga bertujuan untuk menyemangati para seniman untuk lebih berinovatif, berkarya dan saling bekerjasama dalam mewujudkan seni budaya daerah kita.

"Untuk itu saya mengimbau teruslah meningkatkan peranserta semua elemen kesenian dalam mengembangkan minat bakat generasi muda di lingkungan sanggar-sanggar dan sekolah-sekolah, karena lingkungan tersebut merupakan tonggak kesenian budaya daerah dalam masyarakat kita, sedangkan seniman adalah pelaku pendidikan itu sendiri yang harus terus meningkatkan pengetahuan dan keahlian guna mendukung pengembangan aset seni budaya menjadi aset budaya bangsa," katanya.

Kesenian tradisi yang kita miliki harus kita jaga sekaligus kita kembangkan untuk menjawab perkembangan dan kebutuhan masyarakat sesuai zamannya.

Sehingga pesatnya perkembangan teknologi saat ini dapat membantu dalam mempromosikan dan mengembangkan sampai pada pemasaran kesenian itu sendiri.

Baca: FOTO: Penampilan Para Penari Semarakkan World Dance Day di Taman Budaya, Pontianak

Baca: 750 Penari dari 10 Sanggar di Pontianak Meriahkan Hari Tari Sedunia di Taman Budaya Kalbar

"Kami selaku pemangku kebijakan kelestarian seni budaya dan pendidikan daerah tetap berusaha untuk memberikan ruang mengangkat pelaku kesenian dan memberikan suport dalam pengembangan kesenian daerah, oleh karena itu, mari bersama-sama menjaga, mengembangkan kesenian dalam bingkai pelestarian, dalam bingkai kesenian budaya untuk Kalimantan Barat yang lebih maju, untuk Kalimantan Barat menuju cahaya kesuksesan yang gemilau," Kata Kabid Kebudayaan.

"Matinya seni budaya kita maka hilanglah identitas kita, majunya seni budaya kita maka gemilanglah kita dalam keberagaman Indonesia".

"Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh elemen masyarakat yang terlibat dan selamat atas terselenggaranya pergelaran seni musik ini semoga dapat menjadi ruang apresiasi bagi masyarakat Kalimantan Barat, salam sejahtera untuk kita semua dan salam budaya," pungkasnya. 

Penulis: Anesh Viduka
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved