Jadi Khatib di Masjid Perbatasan Sekayam, Ini Yang Disampaikan Sertu Khairil

Islam juga memberi kebebasan dalam memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan setiap orang.

Jadi Khatib di Masjid Perbatasan Sekayam, Ini Yang Disampaikan Sertu Khairil
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Prajurit Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti, Sertu Khairil jadi khatib jumat di Masjid Al Hidayah desa Lubuk Sabuk Sekayam Jumat (23/8/2019) 

Jadi Khatib di Masjid Perbatasan Sekayam, Ini Yang Disampaikan Sertu Khairil

SANGGAU  - Prajurit Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wanara Sakti, Sertu Khairil jadi khatib jumat di Masjid Al Hidayah desa Lubuk Sabuk Sekayam, Jumat (23/8/2019)

Sertu Khairil yang juga menjabat sebagai Danpos Lubuk Tengah menyampaikan khotbah jumat di Masjid Al Hidayah Desa Lubuk Sabuk, Kec Sekayam dengan tema dalam khotbah "Mencari Nilai Ibadah Dalam Bekerja".

Sertu Khairil dalam khotbahnya menyampaikan, bahwa Islam mendorong umatnya untuk bekerja,

hidup dalam kemuliaan dan tidak menjadi beban orang lain. Islam juga memberi kebebasan dalam memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan setiap orang.

 Lanjutnya, namun demikian, Islam mengatur batasan-batasan, meletakkan prinsip-prinsip dan menetapkan nilai-nilai yang harus dijaga oleh seorang muslim, agar kemudian aktifitas bekerjanya benar-benar dipandang oleh Allah SWT sebagai kegiatan ibadah yang memberi keuntungan berlipat di dunia dan akhirat. Salah satunya pekerjaan yang dijalani harus halal dan baik," jelasnya.

Baca: Arif Joni: Sanksi Anggota DPR Terpilih Yang Langgar Pakta Integritas

Baca: Kapolsek: Penyebab Terjadinya Kebakaran Rumah Kos Diduga Akibat Genset yang Diperbaiki

Dansatgas Pamtas Yonmek 643/Wns, Mayor Inf Dwi Agung Prihanto di Pos Kotis Gabma Entikong, Sanggau mengatakan, bahwa kehadiran Danpos Lubuk Tengah sebagai khatib pada pelaksanaan Sholat Jumat sangat direspon positif oleh para jemaah Masjid Al Hidayah.

Hal ini menunjukan bukti bahwa walaupun kegiatan sangat padat, personel Satgas Pamtas Pos Lubuk Tengah selalu melaksanakan kegiatan keagamaan bersama masyarakat dengan mengatur kegiatan baik yang beragama Islam maupun Nasrani.

 "Selain itu, kegiatan ini juga sebagai sarana meningkatkan iman dan takwa umat muslim di daerah penugasan serta untuk menjalin kebersamaan antara personel Satgas Pamtas dengan masyarakat di wilayah perbatasan," ujar Dansatgas Pamtas Yonmek 643/Wns.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved