Sukses Tangkarkan Benih Unggul, Bank Indonesia Harap Ini Jadi Solusi Atasi Masalah Benih di Kalbar

demplot seluas 1 hektare ini mampu bertahan dan menghasilkan panen di atas jumlah rata-rata yang dihasilkan petani setempat saat musim rendengan.

Sukses Tangkarkan Benih Unggul, Bank Indonesia Harap Ini Jadi Solusi Atasi Masalah Benih di Kalbar
TRIBUN PONTIANAK/NINA SORAYA
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar Prijono bersama Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Kalbar Akhmad Musyafak melakukan panen perdana demplot penangkaran benih padi unggul di Gapoktan Pematang Ubi Jaya, Desa Pesaguan Kiri Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang, Kamis (22/8/2019). 

Sukses Tangkarkan Benih Unggul, Bank Indonesia Harap Ini Jadi Solusi Atasi Masalah Benih di Kalbar

KETAPANG – Padi varietas unggul BATAN Tropiko terbukti tahan terhadap serangan hama Wereng Batang Coklat (WBC) serta hama penggerek batang di hamparan lahan milik Gapoktan Pematang Ubi Jaya di Desa Pesaguan Kiri Kecamatan Matan Hilir Kabupaten Ketapang.

Manager Unit Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Djoko Juniwarto menjelaskan musim tanam dua adalah masa yang sulit. Oleh karena itu, petani yang berhasil di musim ini adalah petani jempolan.

Baca: Gapoktan Pematang Ubi Jaya Sukses Tangkarkan Benih Padi Tropiko yang Tahan Hama dan Kekeringan

Baca: Presidium PMKRI Pastikan Kalbar Kondusif

“Ini dibuktikan oleh Gapoktan Pematang Ubi Jaya. Di sini sudah dua bulan terakhir tidak turun hujan mereka berhasil panen dengan baik dengan hasil ubinisasi 6,5 ton gabah kering giling per hektare. Verietas Tropiko keluaran BATAN ini menunjukkan hasil yang luar biasa,” jelasnya, Rabu (21/8/2019).

Menariknya, di saat petani lainnya tidak menanam padi karena kemarau yang cukup panjang, demplot seluas 1 hektare ini mampu bertahan dan menghasilkan panen di atas jumlah rata-rata yang dihasilkan petani setempat saat musim rendengan.

“Rasanya pantas Gapoktan ini menerima penghargaan sebagai Gapoktan berprestasi tingkat Provinsi pada peringatan 17 Agustus 2019 beberapa waktu yang lalu,” ujarnya.

Dia menjelaskan tahun 2019 ini, Bank Indonesia  Kalbar bersama Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatah Hewan Provinsi Kalbar, serta menggandeng BPTP Provinsi Kalbar kembali melakukan penguatan terhadap Gapoktan PUPM dengan membuat Demplot penangkaran benih yang melibatkan Sembilan Gapoktan di enam  Kabupaten sentra beras serta dua Gapoktan dengan uji coba penanaman bawang benih biji Tuk Tuk. Satu di antaranya untuk beras di Gapoktan Pematang Ubi Jaya di Ketapang ini.

Kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM), lanjut Djoko, merupakan satu di antara upaya Pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan strategis.

Oleh sebab itu BI yang tugas utamanya menjaga inflasi merasa perlu untuk ikut mendukung upaya tersebut sesuai dengan Tupoksi yang ada.

“Sejak kegiatan ini diluncurkan tahun 2016, BI Kalbar telah bersinergi dengan Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar dengan meningkatkan kapabilitas Gapoktan pelaksana kegiatan PUPM,” paparnya.

Halaman
123
Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved