Kejaksaan Eksekusi Terpidana Korupsi Alkes HM Amin Andika, Kepergok Bawa Mobil dan Jalan Sendiri

Saat hendak digelandang ke Lapas Pontianak, pihak kejaksaan pun juga telah sebelumnya melaksanakan pemeriksaan kesehatan kepada terpidana tersebuut.

Kejaksaan Eksekusi Terpidana Korupsi Alkes HM Amin Andika, Kepergok Bawa Mobil dan Jalan Sendiri
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Terpidana Kasus Korupsi Pengadaan Alat Kesehatan, H.M Amin Andika saat didudukkan di kursi Roda saat berada didalam LAPAS Kelas 2 A Pontianak. Kamis (22/8/2019) 

Ngaku Sakit, Kejaksaan Eksekusi Terpidana Korupsi 6 Milyar Asal Kalbar Saat Kepergok Bawa Mobil dan Jalan Sendiri

PONTIANAK - Kejaksaan Negeri Pontianak dibantu dengan Kejaksaan Negeri Tangerang telah berhasil mengeksekusi HM Amin Andika terpidana kasus korupsi alat kesehatan (alkes) Rumah Sakit Pendidikan Untan tahun anggaran 2013 Kamis (22/8/2019) malam, sekira pukul 22.00 WIB.

HM Amin Andika setibanya di Pontianak langsung digelandang menuju Lapas Kelas II A Pontianak.

Dengan menggunakan mobil Daihatsu Terios berwarna hitam, terpidana yang hanya mengenakan kaos oblong longgar berwarna abu - abu dan bercelana pendek langsung digiring petugas menuju pintu masuk Lapas yang terbuat dari besi tersebut.

Terlihat terpidana tersebut terpincang - pincang dan terlihat lemas saat berjalan keluar mobil dan menuju pintu masuk lapas.

Baca: VIDEO: H M Amin Andika Terpidana Korupsi Alkes Rp 6 Miliar Digiring Petugas Menuju Lapas

Baca: BREAKING NEWS - H M Amin Andika Terpidana Korupsi Alkes Rs Untan Rp 6 M Dieksekusi Jaksa Malam Ini

Dengan dipapah 2 orang, terpidana tersebuut pun akhirnya masuk ke Lapas Pontianak.

Setelah di dalam lapas, terlihat terpidana tersebut langsung duduk di atas kursi roda dan dibawa ke dalam lapas.

Diketahui bahwa akibat perbuatannya, terpidana tersebut telah merugikan negara hingga lebih dari Rp 6 Milyar.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Pontianak Juliantoro mengungkapkan bahwa terpidana kasus Pengadaan alat kesehatan ini telah dipantau oleh pihaknya sejak beberapa bulan lalu.

Dan yang bersangkutan baru di eksekusi dikarenakan bahwa penasehat hukum terpidana pernah mengajukan hasil medical record yang menyatakan bahwa terpidana sakit sehingga tidak sanggup untuk menjalani hukuman.

Baca: LSP KPK Akan Gelar Uji Kompetensi Penyuluh Anti Korupsi di UPB Pontianak, Berikut Jadwalnya

Baca: KAHMI Dukung Kejaksaan Usut Tuntas Masalah Korupsi

Halaman
123
Penulis: Ferryanto
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved