Bertandang ke Kantor Tribun Pontianak, Sekjen PKS Mustafa Kamal Singgung Perpindahan Ibu Kota

Sekjen PKS Mustafa Kamal bersama Ketua DPW PKS Kalbar Arif Joni Prasetyo berkunjung ke kantor Tribun Pontianak, untuk mengundang Tribun Pontianak

Bertandang ke Kantor Tribun Pontianak, Sekjen PKS Mustafa Kamal Singgung Perpindahan Ibu Kota

PONTIANAK - Sekjen PKS Mustafa Kamal bersama Ketua DPW PKS Kalbar Arif Joni Prasetyo berkunjung ke kantor Tribun Pontianak, untuk mengundang Tribun Pontianak hadir dalam acara Pakta Integritas Caleg terpilih, pada Jumat (23/08/29).

Kehadiran itupun disambut hangat oleh Pimpinan Redaksi Tribun Pontianak Ahmad Suroso, lalu News Manager Tribun Pontianak Iin Sholihin, serta rekan-rekan Tribun Pontianak lainnya.

Dalam kunjungan ini Sekjen PKS Mustafa Kamal juga membahas, terkait perpindahan ibu kota yang baru.

"Ini memang sudah menjadi impian yang sudah lama, semenjak Bung Karno dulu dikalimantan tengah sempat menyampaikan, ini titik sentral dan memang daerah secara geografis relatif aman dari bencana alam" ungkap Mustafa Kamal.

Namun ia mengatakan, perpindahan ibu kota ini juga harus ada prosedur yang utuh.

Baca: Pernah Tangani Kasus Pengusaha Top, Mantan Kajati Kalbar Lolos 20 Besar Capim KPK, Berikut Profilnya

Baca: VIDEO: Sekjen PKS Bersama Ketua DPW PKS Kalbar Kunjungi Kantor Tribun Pontianak

Baca: FOTO: Penampilan Peserta Festival Musik Dua Warna di Taman Budaya Kalimantan Barat

"Kita tentu mempersilahkan pemerintah mempunyai gagasan-gagasan, tetapi gagasan-gagasan itu harus diproses di DPR RI. Sehingga melahirkan undang-undang untuk ibu kota yang baru. Dan merevisi undang-undang yang terkait dengan ibu kota yang lama." jelasnya.

Disampaikannya banyak sekali peraturan perundangan yang harus diselaraskan untuk adanya Ibu Kota yang baru.

"Namun bisa saja dalam perpindahan ibu kota ini, bisa menjadi pendorong utama untuk penataan yang lainnya," tegasnya.

Kemudian terkait perpindahan ibu kota ini, ia mengharapkan sebaiknya pemerintah terkordinasi, jangan membuat masalah yang tidak perlu.

"Sekarang ini kesannya saling membantahkan diinternal pemerintahannya itu sendiri, dalam berbagai versi perpindahan ibu kota ini. Jangan membuat masalah yang tidak perlu. Nanti ada hal-hal yang tidak perlu jadi masalah," kata Sekjen PKS.

Menurutnya padahal pembicaraan mengenai perpindahan ibu kota ini belum ada sama sekali, bahkan RAPBN pun belum ada pengajuan sama sekali.

"Dan itu dikonfirmasi oleh ibu Sri Mulyani sendiri kan," kata Mustafa Kamal.

Ia menambahkan, jadi masalah perpindahan ibu kota ini masih perbincangan di internal pemerintah, yang dibuka kepada publik. (Muzammilul Abrori)

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved