Wakil Bupati Sambas, Hairiah: Tidak Ada Toleransi Bagi Pelaku Kekerasan Terhadap Anak

Wakil Bupati Sambas Hj. Hairiah mengaku sedih dan prihatin terhadap kasus Kekerasan terhadap anak di Sambas.

Wakil Bupati Sambas, Hairiah: Tidak Ada Toleransi Bagi Pelaku Kekerasan Terhadap Anak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Wakil Bupati Sambas Hj Hairiah, saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sambas, dalam agenda mendengarkan pandangan Fraksi-fraksi terhadap Perubahan APBD 2019, Rabu (21/8/2019). 

Wakil Bupati Sambas, Hairiah: Tidak Ada Toleransi Bagi Pelaku Kekerasan Terhadap Anak

SAMBAS - Wakil Bupati Sambas Hj. Hairiah mengaku sedih dan prihatin terhadap kasus Kekerasan terhadap anak di Sambas.

Menurutnya, kesedihannya itu lantaran saat ini Sambas sedang fokus untuk mewujudkan visi Pemkab Sambas yang Berakhlakul Karimah Unggul dan Sejahtera.

"Kasus ini tentu sangat mencoreng pemerintah Kabupaten sambas, dan sangat melukai tidak hanya korban tapi juga untuk keluarga dan masyarakat," ujarnya, Kamis (22/8/2019).

Hairiah mengatakan, seharusnya tersangka bisa berperan dan mengemban tugas untuk melindungi korban. Akan tetapi malah sebaliknya, Tersangka justru yang menjadi oknum penyerangan seksual.

Baca: TRIBUNWIKI: Daftar 4 Pemain Putri Bola Basket 3x3 Kalbar di PON Papua 2020

Baca: Oma Zulfithansyah: Merokok Masih Jadi Masalah Nasional

Baca: Komunitas Relawan Lindungi Hutan Landak Siap Aksi Jaga Alam

"Sebagai Bupati dan Wakil Bupati yang menyangkut kasus oknum tersebut. Kami masih menunggu proses hukum yang berlaku dan bagaimanapun kita tidak ada toleransi apapun terhadap kasus ini," ungkapnya.

Ia pun menyerahkan penanganan kasus itu sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Yakni kepolisian dan hingga saat ini kasusnya masih berlangsung.

"Meskipun kita tetap menjunjung asas praduga tidak bersalah namun kita tidak boleh menepisnya kepentingan dari korban itu sendiri," katanya.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, KPPAD yang konsen mengawal kasus ini. Saya tegaskan kita zero toleransi pada kasus kekerasan pada ibu dan anak di Kabupaten Sambas," tutupnya.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved