Citizen Reporter

Terima Rombongan Perwira Sespimti Polri, Ini Yang Disampaikan Gubernur Sutarmidji

Apa yang dimiliki saat ini semua sudah lengkap terutama di Entikong tapi ada yang katanya belum di gunakan

Terima Rombongan Perwira Sespimti Polri, Ini Yang Disampaikan Gubernur Sutarmidji
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Foto bersama Gubernur Kalbar usai kunjungan dari rombongan perwira Sespimti Polri angkatan ke - 28 yang sedang menjalani pendidikan dan pelatihan calon perwira tinggi polri di sekolah staff dan pimpinan tingkat tinggi (sespimti) di Ruang Praja 1 kantor Gubernur Kalbar, Senin, (19/8/2019). 

Citizen Reporter
Humas Pemerintah Provinsi Kalbar, Rinto 

PONTIANAK -Gubernur Kalbar H. Sutarmidji menerima kunjungan rombongan perwira Sespimti Polri angkatan ke - 28 yang sedang menjalani pendidikan dan pelatihan calon perwira tinggi polri di sekolah staff dan pimpinan tingkat tinggi (sespimti) di Ruang Praja 1 kantor Gubernur Kalbar, Senin, (19/8/2019).

Para siswa didik ini tengah menjalani kuliah kerja profesi (KKP), sebagai bagian penting menimpa pengalaman dan pengetahuan dari berbagai lembaga yg akan terkait dan di butuh kan saat bekerja di masa depan.

Dalam paparannya di hadapan Siswa didik KKP Gubernur Kalbar H. Sutarmidji memberikan pertanyaan, bagaimana pendapat terkait dengan kebijakan dan strategi kapolda untuk menangani tindakan tindak pidana trans nasional terutama di perbatasan.

Baca: Satu Jemaah Haji Asal Selimbau masih Dirawat di Rumah Sakit Tanah Suci Mekah

Baca: ULTG Singkawang Utarakan Manfaat Double Sirkuit

"Apa yang dimiliki saat ini semua sudah lengkap terutama di Entikong tapi ada yang katanya belum di gunakan," kata H Sutarmidji.

Kemudian untuk border- Border yang sudah di resmi mungkin lebih mudah menanganinya, untuk itu masih butuh penanganan yang serius.

"Di sisi lain juga, kita kadang buat aturan-aturan misalnya mobil Malaysia masuk ke kita harus bayar 400 ribu. Mobil kita masuk sana tidak perlu bayar. Mobil mereka masuk ke kita cuma 2 dalam satu hari mungkin dan dari kita 8 dan kalau mereka mau perlakukan seperti itu yang ruginya kan kita," ujarnya.

"Kadang pemerintah daerah belum bisa memanfaatkan keberadan border itu secara maksimal, sehingga tidak ada keuntungan ekonomi yang di dapat, harusnya itu menjadi salah satu titik pertumbuhan yang baik, justru perbatasan ini jika tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan hal hal yang tidak di inginkan," jelasnya.

Ia mengatakan sejauh ini kebijakan polda sudah bagus dilihat dari pengungkapan masuknya sabu yang sangat besar.

"Saya mengapresiasi juga bahkan beberapa ditangkap dengan menggunakan kapal nelayan," ujarnya.

Dijelaskannya, selama ini sudah bagus artinya tindak pidana transnasional terutama barang barang yang berbahaya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved