Ratusan Pelayat Iringi Pemakaman Ustaz Nur, Jelang Wafat Tak Henti Ucap Laa Ila Ha Illallah

Sosok seorang guru, sahabat, dan orang tua yang rendah hati itu kini sudah tidak ada lagi.

Ratusan Pelayat Iringi Pemakaman Ustaz Nur, Jelang Wafat Tak Henti Ucap Laa Ila Ha Illallah
istimewa
DOA - Ratusan pelayat memanjatkan doa di atas pusara almarhum KH Muhammad Nur bin H Abdul Fattah, di Komplek Pondok Pesantren An-Nur, Kamis (22/8). IST 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Septi Sabrina/Muzamil

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Raut kesedihan sangat terlihat pada sanak keluarga, kerabat, majelis taklim, santri dan santriwati saat menyaksikan jasad Al Mukarrom KH Muhammad Nur bin H Abdul Fattah dibaringkan di tempat peristirahatan abadinya. Lelehan air mata semakin deras mengurai, ketika berkubik-kubik tanah mulai menutupi liang lahat.

Dengan mulut terbata-bata, bebeberapa alim ulama, sanak keluarga, dan ratusan santri Pondok Pesantren An-Nur dan para pelayat lain yang ikut mengiring jenazah Wakil Talqin Abah Anom wilayah Kalbar ini senantiasa mengumandangkan lafad laa ila ha illallah. Kondisi ini menambah haru suasana di pemakaman di belakang Komplek Pondok Pesantren An-Nur Sungai Berembang, Kubu Raya, Kamis (22/8) sekitar pukul 11.00 WIB.

Puluhan lembar kertas lembut warna putih nampaknya tidak dapat menghapus lelehan air mata, rasa kehilangan sangat tampak di wajah kerabat dekat. Sosok seorang guru, sahabat, dan orang tua yang rendah hati itu kini sudah tidak ada lagi.

Al Mukarrom KH Muhammad Nur bin H Abdul Fattah semasa hidupnya
Al Mukarrom KH Muhammad Nur bin H Abdul Fattah semasa hidupnya (istimewa)

Almarhum selaku pengasuh Pondok Pesantren An-Nur dan pengurus KBIH An-Nur ini menghelakan nafas terakhirnya di Pondok Pesantren An-Nur yang didirikannya, Rabu (21/8) sekitar pukul 17:45.

Anak pertama almarhum, H Irfan Affandi menjelaskan, bapaknya sudah berumur 62 tahun. Sebelum meninggal, ia memang meminta untuk pulang ke Pondok Pesantren An-Nur.

"Orangtua saya memang sebelumnya sudah sering keluar masuk rumah sakit. Nah pas terakhir kemarin, almarhum masuk RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (RS Kota) selama dua hari. namun sehari sebelumnya bapak minta dipulangkan ke pondok," ungkap H Irfan.

Hingga pada Selasa sore, Ustaz Nur di bawa ke Pondok Pesantren An-Nur dengan kondisi masih terbaring lemah, dan sudah tak bisa merespon orang lain lagi. "Beliau hanya sering mengucapkan Laa ila ha illallah saja. Kalau diajak ngobrol, beliau sudah tidak bisa lagi, sudah tidak bisa merespon. Terus saja mengucapkan Laa ila ha illallah," tutur H Irfan.

Keluarga pun yang sudah mengikhlaskan kepergian almarhum dan menyampaikan akan mengadakan tahlilan sehabis Mahgrib di Pondok Pesantren An-Nur.

"Insyaallah kami dari pihak keluarga akan mengadakan tahlil dan doa di sini, Pondok Pesantren An-Nur, setelah bada Mahgrib," tuturnya.

Halaman
12
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved