Presiden Jokowi Serahkan 2.706 Sertifikat Tanah untuk Masyarakat di Kupang

Acara penyerahan tersebut digelar di halaman Kantor Bupati Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (21/8/2019.‎)

Presiden Jokowi Serahkan 2.706 Sertifikat Tanah untuk Masyarakat di Kupang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Presiden Jokowi Serahkan 2.706 Sertifikat Tanah untuk Masyarakat di Kupang 

Presiden Jokowi Serahkan 2.706 Sertifikat Tanah untuk Masyarakat di Kupang

KUPANG - Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Presiden Joko Widodo menyerahkan 2.706 sertifikat hak atas tanah kepada masyarakat.

Acara penyerahan tersebut digelar di halaman Kantor Bupati Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (21/8/2019.‎)

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi berpesan kepada seluruh penerima untuk menjaga sertifikat tanahnya dengan baik. Secara khusus, ia meminta masyarakat untuk memfotokopi dan memberi bungkus plastik sertifikatnya.

“Karena kalau enggak diberi plastik ini juga, kadang-kadang kalau gentengnya bocor, kena air, sertifikat rusak. Ini adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki, namanya sertifikat. Sekali lagi, ini adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki,” ujar Presiden.

Baca: Masyarakat Kabupaten Kupang Peroleh Sertifikat Redistribusi Tanah Setelah Penantian Panjang 26 Tahun

Baca: Desa Temahar Serahkan 650 Sertifikat Tanah Warga

Di hadapan masyarakat yang berasal dari Kabupaten Kupang, Kota Kupang, dan Timor Tengah Selatan tersebut, Kepala Negara membeberkan alasan pentingnya sertifikat dimiliki oleh setiap masyarakat pemilik lahan.

Menurutnya, setiap ia berkunjung ke daerah, sengketa tanah dan lahan sangat sering dikeluhkan warga kepada dirinya.

“Ada tetangga dengan tetangga, ada masyarakat dengan perusahaan, masyarakat dengan pemerintah. Karena apa? Karena masyarakat tidak pegang yang namanya tanda bukti hak hukum atas tanah,” imbuhnya.

Baca: Plt Kadis Nakertrans Harap Sebelum Tanggal 17 Juli, 4000 Sertifikat Diserahkan Kepada Masyarakat

Presiden Jokowi juga berpesan agar masyarakat bersikap bijak dan teliti jika ingin menggunakan sertifikatnya sebagai agunan atau jaminan untuk meminjam uang ke bank.

“Saya titip, tolong kalau mau pinjam ke bank itu dihitung dulu, dikalkulasi dulu. Bisa ngangsurnya enggak? Bisa nyicilnya enggak? Kalau enggak, jangan pinjam uang ke bank,” katanya.

Baca: Sutarmidji Minta Aparat Penegak Hukum Carikan Pemkab Kapuas Hulu Bibit Singkong Bersertifikat

Baca: Sosialisasi Peraturan Tata Ruang dan Sertifikat (SLF), Edi Kamtono Sebut Demi Keselamatan Publik

Lebih lanjut, Kepala Negara berpesan agar masyarakat menggunakan seluruh uang hasil pinjaman dari bank tersebut untuk hal yang produktif. Misalnya, untuk usaha pertanian, membuka toko, atau menambah modal usaha.

“Jadi saya titip kalau ada yang mau pinjam ke bank, dapat Rp30 juta, gunakan seluruhnya untuk usaha. Jangan sampai dipakai untuk tadi, beli sepeda motor, atau beli yang lain, TV, nanti dulu,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga sempat memberikan kuis membacakan Pancasila kepada masyarakat yang hadir.

Tiga orang yang beruntung mendapatkan foto dengan Presiden Jokowi, berikut dengan hadiah sepeda.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam acara tersebut antara lain, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Staf Khusus Presiden Gories Mere, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Kabupaten Kupang Korinus Masneno. (*/hdi) 

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved