Sespim Mabes Polri Berkunjung ke Kadin Kalbar, Ini yang Dibahas

Selain itu, dengan kunjungan tersebut, kata dia, ada perhatian tersendiri oleh Polri terhadap perekonomian di Kalbar

Sespim Mabes Polri Berkunjung ke Kadin Kalbar, Ini yang Dibahas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI
Dalam kunjungan kerjanya di Kalimantan Barat, Sespim Mabes Polri berkunjung ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalbar, di Jl. Imam Bonjol, Pontianak. Kedatangan para rombongan tersebut disambut langsung oleh Ketua Kadin Kalbar Santyoso beserta jajaranya, Selasa (20/8/2019). 

Sespim Mabes Polri Berkunjung ke Kadin Kalbar, Ini yang Dibahas

PONTIANAK - Dalam kunjungan kerjanya di Kalimantan Barat, Sespim Mabes Polri berkunjung ke Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalbar, di Jl. Imam Bonjol, Pontianak.

Kedatangan para rombongan tersebut disambut langsung oleh Ketua Kadin Kalbar, Santyoso Tio beserta jajaranya, Selasa (20/8/2019).

Santyoso mengatakan, kunjungan tersebut memang tidak direncanakan sebelumnya. Namun, pihaknya sangat mengapresiasi kunjungan tersebut yang bertujuan salah satunya untuk mengetahui kondisi perekonomian di Kalbar.

"Tujuan dari kunjungan itu tadi para rombongan ingin mengetahui tentang bagaimana kondisi perekonomian di Kalbar dalam menghadapi persaingan global. Dan kunjungan ini juga tidak direncanakan sebelumnya, kami saja baru tahu kemarin sore kalau para rombongan dari Sespim Polri ini akan berkunjung ke kita," ujar Santyoso Tio.

Ia juga mengatakan, romongan dari Sespim Polri yang berkunjung ke Kadin Kalbar sekaligus mencari data untuk dijadikan bahan penelitian. Selain itu, dengan kunjungan tersebut, kata dia, ada perhatian tersendiri oleh Polri terhadap perekonomian di Kalbar.

Baca: Raih Satu Kemenangan, Juara Bertahan GSI Terancam Tersingkir Lebih Awal

Baca: Terima Berkas dari KPU, Yusran: Kita Cek Kembali Kemudian Teruskan ke Pemerintah Provinsi

Tidak hanya itu, Santyoso juga mengatakan bahwa pihak Sespim Polri membahas tentang karhutla yang terjadi di Kalbar, terutama peran Kadin dalam dalam masalah tersebut.

"Tadi juga kita membahas tentang karhutla, mereka menanyakan peran kita dalam masalah tersebut. Kita menyampaikan bahwa kita ini hanya asosiasi bukan induk organisasi dalam perindustrian. Tetapi kita tetap ikut memantau baik cara organisasi maupun perorangan," katanya.

Ia juga mengatakan, dalam memberantas karhutla harus diperlikan kerjasama tidak hanya pihak-pihak tertentu saja. Karena menurutnya, masalah karhutla merupakan masalah yang kompleks.

"Baik dari pengusahanya baik dari pemerintahnya, dan juga masyarakatnya bahkan pemerintah pusat juga. Karena masalah karhutla ini timbul ada yang bilang terbakar ada juga yang bilang dibakar, dan ada yang bilang faktor alam, jadi banyak penyebabnya. Jadi harus dilakukan dengan sangat matang untuk menanggulanginya," tukasnya. 

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved