Citizen Reporter

GMNI Pontianak Rayakan Hari Kemerdekaan di Perbatasan Aruk

Hari ini kita rayakan di perbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu malaysia sebagai beranda ruang tamu Republik Indonesia.

GMNI Pontianak Rayakan Hari Kemerdekaan di Perbatasan Aruk
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
GMNI Rayakan Kemerdekaan di Perbatasan Aruk 

GMNI Pontianak Rayakan Hari Kemerdekaan di Perbatasan Aruk

Citizen Reporter 
Rival Aqma Rianda
Ketua GMNI Pontianak

PONTIANAK - Kepala PLBN Aruk, Purwanto sangat mengapresiasi agenda teman-teman organisasi kepemudaan, selain melihat langsung wajah perbatasan aruk kalbar malaysia, juga mengajak bersama-sama menjaga perbatasan dan bersinergi kolaborasi bersama dalam agenda-agenda perbatasan.

Dengan demikian belakangan ini beranda terdepan Indonesia ini yang terletak di Provinsi Kalimantan Barat yaitu di Aruk, Kabupaten Sambas perkembangan sangat signifikan baik dari wisatawan, & ekonomi kerakyatan.

Ketua GMNI Pontianak, Rival Aqma Rianda mengatakan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia Ke - 74 Tahun di aruk, di perbatasan malaysia Kabupaten Sambas adalah untuk membuka kembali sebuah memori koletif perjalanan dinamika kebangsaan kita.

Hari ini kita rayakan di perbatasan langsung dengan negara tetangga yaitu malaysia sebagai beranda ruang tamu Republik Indonesia.

Baca: Dewan Pengurus GMNI Komisariat IAIN Pontianak Berbagi Masker

Baca: GMNI Komisariat Fisip Untan Gelar Aksi Kemanusiaan

"Tentu ini jati dirinya Bangsa Indonesia terhadap negara-negara yang diperbatasan dengan negara tetangga harus kita maknai sebagai upaya refleksi historis dan meneguhkan kembali semangat nasionalisme, spirit kebangsaan, dan jiwa patriotisme agar lebih cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya Kalimantan Barat sebagai barometer keberagaman etnis, suku & agama," ujarnya.

"Melihat respon pemerintah serta masyarakat Desa aruk ,kecamatan sajingan besar ,kabupaten sambas yang sangat mengapresiasi Kegiatan Bhakti sosial perbatasan yang baru pertama kali di laksanakan oleh organisasi kepemudaan dengan harapan dari hasil kegiatan ini bisa memberikan kontribusi dan rekomendasi untuk kemajuan di daerah perbatasan," timpal Ketua DPD IMM KALBAR Suharman.

Sementara menurut Kaleb elevensi, korwil XIV PP GMKI " perbatasan yang merupakan beranda dan halaman terdepan, wajah Indonesia di mata negara tetangga, sudah selayaknya mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah, masyarakat di perbatasan harus juga tidak perlu minder lagi dengan status kawasan perbatasan, tetapi harusnya bangga.

Baca: GMNI Kalbar Apresiasi Kinerja Kapolda Kalbar dan Jajaran Kawal Pemilu 2019

Baca: GMNI Pontianak Ajak Masyarakat Lakukan Refleksi Historis Kebangsaan

Imran Ramadhan ketua PW KAMMI Kalbar menambahkan, perlunya Aruk dijadikan pusat ekspor impor untuk kesejahteraan masyarakat.
"Hari ini kita perlu mengapresiasi kerja pemerintah dalam membangun infrastruktur di perbatasan ini, kedepan kita berharap perbatasan Aruk ini bisa menjadi pusat ekspor hasil bumi, laut maupun kerajinan masyarakat sambas khususnya dan kalbar pada umumnya untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat," ujar Imran.

Jhon Miranda, Ketua HIKMAHBUDHI Pontianak "Oleh karena itu, untuk dapat menghadirkan kebijakan dan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat perbatasan, Pemerintah melalui BNPP seharusnya melibatkan masyarakat secara aktif dalam perumusan dan pengambilan keputusan, sehingga kebijakan tidak terjebak pada keinginan pemerintah saja, tetapi juga mengakomodir keinginan masyarakat. Selain itu, perlu dijajaki pula potensi pengembangan kerjasama pengelolaan perbatasan dengan negara tetangga yang selama ini masih berfokus pada aspek keamanan, dilebarkan ke aspek kesejahteraan dan sosial-budaya. Dengan demikian, kepentingan keamanan, kesejahteraan, dan sosial-budaya wilayah perbatasan akan dapat dipenuhi secara bersama," tuturnya. 

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved