Sutradara Film Kurang Dua Ons, Haris Supiandi: Ide-ide Seru Ada di Sekitar Kita

Kurang Dua Ons, film anak Pontianak yang lolos ke Lift-Off Global Network Film Festival di Inggris.

Sutradara Film Kurang Dua Ons, Haris Supiandi: Ide-ide Seru Ada di Sekitar Kita
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKI FADRIANI
Haris Supiandi ketika ditemui Tribun di Warung Kopi Asiang, Selasa (20/8) 

Sutradara Film Kurang Dua Ons, Haris Supiandi: Ide-ide Seru Ada di Sekitar Kita

PONTIANAK - Kurang Dua Ons, film anak Pontianak yang lolos ke Lift-Off Global Network Film Festival di Inggris.

Film bertema korupsi ini sukses memenangkan Anti-Corruption Film Festival (ACFFest) 2018.

Haris Supiandi, sutradara film Kurang Dua Ons mengajak para penonton untuk belajar menanamkan nilai-nilai anti korupsi sejak dini, karena tanpa disadari, korupsi telah menyusupi kehidupan sehari-hari seperti yang diceritakan dalam film Kurang Dua Ons yang bersetting di pasar Flamboyan.

Menurutnya, kebanyakan ide-ide film lokal yang diangkat terlalu klise, upayakan mengangkat ide lokal, seperti penggunaan bahasa lokal dan budaya lokal.

Tidak perlu pergi jauh untuk mendapatkan ide sebuah film, cukup dengan sensitif dengan keadaan sekitar maka akan bermunculan ide-ide kreatif yang memukau.

Baca: Film Lokal dari Pontianak Dapat Apresiasi Lewat Festival

Baca: Bikin Bangga, Karya Budak Pontianak Diapresiasi Ajang Film Internasional

Baca: VIDEO: 40 Hektar Lahan PT IGP Terbakar Kapolres Minta Perusahaan Segera Padamkan Api

"Ngapain sih kita jauh-jauh keluar, ternyata tetangga di samping rumah memiliki ide seru untuk kita olah, ternyata di kamar adik kita punya ide seru untuk kita olah. Terkadang kita terlalu jauh berfikir, padahal hal yang bagus itu ada di samping kita sebenarnya," ungkapnya.

Ia mengajak para film maker untuk mencoba merasakan suatu hal dengan memaksimalkan panca indra seperti menggunakan indra peraba, indra penciuman, dan indra perasa.

Dan menurutnya hal tersebut akan membuat film lebih bagus dan lebih seru karena bisa lebih sensitif

Melihat kondisi Pontianak yang tidak terlalu memberikan panggung untuk film-film lokal.

Ia menyarankan kepada teman-teman film maker agar filmya mendapatkan apresiasi, ia mengajak untuk bersama-sama mengikuti festival karena dengan festival, film-film lokal dapat ditayangkan dan dikenal oleh orang banyak. (Rizki Fadriani)

Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved