Disebut Terima Sejumlah Uang dari Proyek Aspirasi, Ini Bantahan Bupati Martin Rantan

Saya tidak pernah menitipkan aspirasi apalagi kepada anggota dewan, kita selalu melalui mekanisme yang benar

Disebut Terima Sejumlah Uang dari Proyek Aspirasi, Ini Bantahan Bupati Martin Rantan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NUR IMAM SATRIA
Bupati Ketapang, Martin Rantan saat ditemui awak media di kediamannya. 

Disebut Terima Sejumlah Uang dari Proyek Aspirasi, Ini Bantahan Bupati Martin Rantan

KETAPANG - Bupati Ketapang, Martin Rantan disebut sebut menerima sejumlah uang dari hasil proyek aspirasi pada tahun 2017 - 2018 lalu milik Ketua DPRD Ketapang, Hadi Mulyono Upas.

Sebagaimana diketahui, Hadi Mulyono Upas telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan.

Terkait dengan tudingan itu, Bupati Kabupaten Ketapang periode 2015-2020, Martin Rantan membantahnya.

Martin Rantan mengatakan kalau dirinya tidak mengetahui apa yang dimaksud dana kebijakan daerah yang disebut sebut oleh Ketua DPRD Ketapang, Hadi Mulyono Upas.

Baca: Ada 4 Orang Anak Yang Kita Rehebilitasi, Batman Pandia : Atas Permintaan Orangtuanya

Baca: Kisah Dibalik Pernikahan Glenn Fredly dengan Mutia Ayu, dari Dirahasiakan Hingga Digelar Mendadak

"Uang untuk kebijakan daerah itu tidak ada. saya tidak mengetahui itu," katanya saat dikonfirmasi di kediamannya, Senin (19/8/2019).

Terkait dana aspirasi sebesar Rp 32 miliar lebih milik Hadi Mulyono Upas, yang disebut sebutnya juga ada titipan Bupati Ketapang, Martin menyebut kalau dirinya tidak menitipkan aspirasi kepada anggota DPRD.

"Saya tidak pernah menitipkan aspirasi apalagi kepada anggota dewan, kita selalu melalui mekanisme yang benar," ucap Martin Rantan.

Terkait besaran dana aspirasi yang di dapat Hadi Mulyono Upas waktu menjawab sebagai Ketua Komisi satu di DPRD Ketapang, Martin pun membantah mengetahui secara pasti. menurutnya hal tersebut diluar kontrolnya sebagai Bupati Ketapang .

Baca: Waspda! Ada Genangi Air di Ruas Jalan Utama Kota Ngabang

“Sebenarnya tahu, Cuma kadang-kadang ada hal-hal, lobiobi hingga terbesar lainnya, lain dengan anggota, dan itu diluar batas kontrol saya lah. Kalau saya sih sesuai yang berapa itulah," jelas Martin Rantan.

Terkait besaran dana aspirasi anggota DPRD Ketapang Martin mengaku dana yang di dapat masing -masing anggota DPRD dan Ketua DPRD Ketapang sangat bervariasi.

“Setiap tahun tidak pasti, kadang-kadang ada Rp 3 miliar, bahkan kurang. Dana asprisasi ini bervariasi,” ujarnya.

Mengenai apa yang disebut oleh Hadi Mulyono Upas bahwa pernah memberikan sejumlah uang kepada dirinya, Martin mengatakan kalau dirinya tidak mempermasalahkan dan mempersilahkan untuk membuktikannya.

"Saya pikir harus dibuktikan, kalau ada menyerahkan dana kan harus dibuktikan. saya sih tidak mempersoalkan, kalau ada buktinya ya gimanalah kalau tidak ada buktinya ya gimanalah. Kita pun mau gimana gimana dalam situasi seperti ya gimanalah. biarkan proses berjalan lah kan gitu," tandas Martin Rantan.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved