Bikin Bangga, Karya Budak Pontianak Diapresiasi Ajang Film Internasional

Less Than Two Onces atau yang dikenal dengan Kurang Dua Ons merupakan satu di antara film pendek terbaik yang dimiliki oleh anak Pontianak

Bikin Bangga, Karya Budak Pontianak Diapresiasi Ajang Film Internasional
Net
Cuplikan Kurang 2 Ons 

Bikin Bangga, Karya Budak Pontianak Diapresiasi Ajang Film Internasional

PONTIANAK - Less Than Two Onces atau yang dikenal dengan Kurang Dua Ons merupakan satu di antara film pendek terbaik yang dimiliki oleh anak Pontianak.

Kurang Dua Ons ini merupakan satu di antara 300 lebih naskah yang dikirim ke KPK untuk mengikuti Anti-Corruption Film Festival (ACFFest) 2018, dan tak disangka, Kurang Dua Ons keluar sebagai pemenang.

Film yang telah ditayangkan di CGV Jakarta ini menuai kesuksesan hingga akhirnya masuk sebagai nominasi Lift-Off Global Network Film Festival di Inggris.

Film ini menceritakan tentang Dimas, bocah kecil yang kesehariannya menemani sang ayah berjualan sayur di pasar. Dimas sejak kecil telah melihat kebiasaan sang ayah untuk mengurangi timbangan sebanyak 2 ons.

Dimas hanya menuruti kebiasaan ayahnya yang ia lihat selama ini untuk mengurangi timbangan. Di akhir film, aksi Dimas diketahui oleh seorang pembeli dan pembeli tersebut menegur Dimas.

Baca: VIDEO: 40 Hektar Lahan PT IGP Terbakar Kapolres Minta Perusahaan Segera Padamkan Api

Baca: Agus Priyadi Harap Dana Untuk Tingkatkan Inovasi di Kalbar Ditambah

Baca: Hari Kedua SMN di Mempawah, Siswa Dari Provinsi Bali Berkunjung ke Tiga Lokasi

Menurut sutradara, Haris Supiandi, film yang diperankan oleh 13 orang pemain ini mengajak kita sebagai penonton untuk belajar menamakan nilai-nilai anti korupsi sejak dini.

Pemilihan anak kecil (Dimas) yang menjadi tokoh utama bukan tanpa alasan. Dalam film tersebut, Dimas dianggap sebagai kertas putih yang belum dapat memfilter apapun.

"Dia tangkap semua apapun itu, bahkan di film itu orang tuanya sendiri yang korupsi dan dia terima karena dia kan tidak tau. Orang tuanya lagi kan, jadi mau salah atau benar dia terima," ungkapnya.

Selain itu, pemilihan latar tempat yang berlokasi di pasar juga menceritakan tempat yang kompleks dan menunjukan harmonisasi yang sebenar-benarnya.

Halaman
12
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved